Press "Enter" to skip to content

Dibombardir Jutaan Ton Narkoba, dijarah kekayaannya 38T ke Luar Negeri, Mampukah Negeri ini bertahan?

  • 5
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares
Narkoba: Ilustrasi

Dibombardir Jutaan Ton Narkoba, dijarah kekayaannya 38T ke Luar Negeri, Mampukah Negeri ini bertahan?

Sebuah media mainstream nasional menyebutkan 20 Februari 2018 baru-baru ini, Satgas Polri berserta Tim Bea Cukai berhasil mengungkap penyelundupan 1,8 ton paket sabu asal China, di Batam, Kepulauan Riau.

Sementara itu, 9 Februari 2018, 162 ton bahan baku Narkoba juga berhasil diketahui siap diselundupkan ke pulau Jawa melalui beberapa kontainer.|

19 Juli 2017, 250 ton sabu asal China masuk ke negeri ini. Komjen Pol Budi Waseso bersama Panglima TNI Gatot Nurmayanto, mengungkapkan waktu itu, “Satu ton sabu itu bisa dikonsumsi untuk lima juta orang. Akibat narkoba, dalam setahun korban tewas mencapai 15 ribu orang. Ini ancaman berat”

Kemudian, 13 Juli 2017, penyelundupan 1 Ton Sabu dari Cina yang nilainya mencapai 2 Trilliun, juga berhasil diungkap oleh Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang terdiri dari petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok.

Tercatat juga, 18 November 2016, Badan Narkotika Nasional berhasil membuka kedok penyelundupan Sabu dalam Tiang Pancang Reklamasi, seberat 6 ton. Sabu tersebut disimpan dalam pipa besi dengan ketebalan mencapai 4 sentimeter dan ditutupi aluminium foil untuk mengelabui petugas.

 

38 Trilliun Kekayaan Bangsa Menguap

Ketika rakyat semakin gencar dibebani pajak, tarif dasar listrik dan minyak yang naik perlahan namun pasti, dan kebiasaan pemerintah yang gemar berhutang, sebuah kebocoran luar biasa menyentak bangsa ini. Ketika KPK begitu sigap melakukan Operasi Tangkap Tangan untuk kasus-kasus jutaan hingga ratusan juta rupiah, tetapi lemah dalam kasus yang melibatkan angka trilliunan.  Honggo Wendratno, tersangka kasus korupsi konensat tidak beroperasi sendiri. Kasus ini sudah lama berhembus dan masuk kejagung. Tercatat kasus ini ternyata telah 2.5 tahun menunggu untuk disidangkan.  Hingga akhirnya pria keturunan ini memiliki waktu dan kesempatan yang cukup untuk bisa hengkang dari negeri ini.

38 Trilliun bukan angka yang sedikit. Cukup untuk untuk membangun industri pertanian negeri yang aggraris ini. Cukup untuk membantu petani menyediakan bibit dan pupuk murah dan subsidi traktor. Cukup pula untuk membantu nelayan kita dengan mensubsidi kembali solar sebagai bahan baku mereka melaut. Bahkan lebih dari itu.

Kewaspadaan dan Ketahanan Nasional.

‎Maraknya peredaran narkoba di Indonesia seperti sistematis dan konsepsional. Bukan lagi bertujuan bisnis, tetapi bisa dijadikan untuk menghancurkan generasi bangsa Indonesia.

Ini seperti fenomena gunung es. Yang ketahuan dan terlihat hanya beberapa ratusan juta ton. Sementara jauh di bawah sana, ribuan ton narkoba mungkin telah mengalir, bertransformasi dalam bentuk makanan ringan, penganan anak-anak sekolah, obat illegal, dan bahkan ada yang dalam bentuk permen dan hapusan pensil.

Indonesia, khususnya kawasan Jakarta Utara, secara  geostrategi dan geoekonomi, khususnya sepanjang Pantai Pluit, Muara Baru dan Muara Karang berpotensi untuk dimanfaatkan oleh kaki tangan dalam negeri dari jaringan narkoba Cina, demikian Amir Hamzah, Pengamat Politik dari Budgeting Metropolitan Watch pernah menyampaikan.

Jaringan narkoba asal Cina Daratan ini tidak mungkin bisa beroperasi secara laten tanpa dukungan kaki tangan di dalam negeri yang kebanyakan warga Cina, lanjut Amir.

Munculnya jaringan Narkoba ini dan maraknya penyelundupan serta peredaran Narkoba, sudah seharusnya menjadi perhatian sangat serius dari aparat pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.