Press "Enter" to skip to content

Fakta Jejak Media Kasus Lenyapnya 38 Trilliun Kekayaan Bangsa

  • 649
  •  
  •  
  •  
  •  
    649
    Shares

Koran Daimca. Siapa Honggo Wendratno? Seberapa kaya pengusaha keturunan ini? Apa saja perusahaan yang pernah dia kuasai?

Honggo Wendratno, tersangka korupsi 38 Trilliun.

Bagaimana kronologis dan permainan mega kasus kondensat yang mengalahkan kasus e-KTP, dan bahkan kasus manipulasi Bapindo era 1990an yang dilakukan Eddy Tanzil?| Fakta dan rekam jejak digital kasus Kondensat tidaklah semarak kasus OTT yang dilakukan KPK kepada Irman Gusman, atau hebohnya kasus mantan ketua PKS, Lutfi Hasan yang bahkan asetnya disita dan dilelang oleh KPK. Kasus ini sepertinya difokuskan kepada satu orang saja, dengan meninggalkan logika, bahwa tidak mungkin Honggo Wendratno bekerja dan menikmati keuntungan sendiri.  Berikut rekam jejak digital yang berhasil dihimpun Daimca.

1. Honggo Wendratno adalah seorang warga keturunan Cina, keahiran kediri 12 September 1964.
2. Masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan sebesar US$170juta.

3. Semenjak Mei 2015, Penyidik Polisi sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus kondensat ini. Mereka adalah Raden Priyono, Djoko Harsono, dan Honggo Wendratno.

4. Honggo Wendratno adalah direktur utama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan pemegang saham PT. Tirtamas Majutama, serta Tuban LPG Indonesia (PT. TLI).
link:

5. Presiden Jokowi pernah mengunjungi PT Trans Pacific Petrochemical Indotama , meski saat itu Honggo Wndratno telah hengkang dari NKRI dan telah menjadi tersangka.

6. Honggo menghilang saat polisi hendak menyerahkan dia beserta dua tersangka kasus korupsi kondensat lainnya ke Kejaksaan Agung. Dia tak kunjung datang ke Bareskrim meski sudah tiga kali dilayangkan surat panggilan untuk pelimpahan perkara tahap II.

7. Besarnya korupsi yang dilakukan Honggo Wendratno sebanyak US$. 2.716 milliar atau setara Rp.35 Triliun (Kurs saat itu). Artinya jika dikurskan saat ini (01-2018) ada sejumlah Rp.36,5 Triliun.

8. Manipulasi korupsi dalam perkara ini pertama kali muncul bulan Mei 2015, saat penunjukan langsung dari SKK Migas ke PT TPPI untuk menjual kondensat ke Pertamina. Lalu, PT TPPI diduga telah melanggar kebijakan menjual Kondensat ke perusahaan lain, padahal harusnya menjual ke Pertamina.

9. Kenapa ada penunjukan langsung disini? Siapa yang melakukan penunjukan dari SKK Migas tersebut? SKK Migas tidak membuat berita acara penelitian terhadap dokumen penawaran PT TPPI, perusahaan yang ditunjuk langsung.

10. KPK saat itu dipimpin oleh Taufiequrachman Ruki sebagai pelaksana tugas, menggantikan Abraham Samad, yang memiliki masa jabatan singkat yaitu, dari 20 Februari 2015 – 20 Desember 2015. Kemudian dilanjutkan oleh Agus Rahardjo semenjak 21 Desember 2015.

11. Abraham Samad yang merupakan praktisi Anti Korupsi, dihentikan ditengah jalan jabatannya sebagai Ketua KPK, dengan kasus pemalsuan dokumen berupa KTP, Paspor dan Kartu Keluarga.http://www.dw.com/id/daftar-tangkapan-terbesar-kpk/a-18214980

12. Kesaktian KPK dalam kemampuan menyadap dan melakukan Operasi Tangkap Tangan hilang dan menyebabkan tersangka pencuri kekayaan negeri ini kabur ke Singapura. Andainya KPK berhasil memaksa dan memenjarakan Honggo, tentu akan menambah daftar diciduknya penjahat perajah kekayaan bangsa ini.

13. Siapa oknum di SKK Migas yang bekerja sama dengan Honggo Wendratno?

14. Sejak Mei 2015, penyidik sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kondensat ini. Mereka adalah Raden Priyono, Djoko Harsono, dan Honggo Wendratno.

15. Senin, tanggal 13 Juli 2015, Mabes Polri pernah menyatakan takkan memeriksa lagi bekas bos PT TPPI, Honggo Wendratmo setelah yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi.
16. Kamis, 16 Juli 2017, Honggo berangkat ke Singapura untuk berobat jantung.  Penyidik sudah memastikan kondisinya ke rumah sakit dan melihat Honggo diinfus. Pengacara Honggo pun membuat surat menolak diperiksa. Akhirnya, penyidik pun kembali ke Indonesia.
17. Sejak pemeriksaan itu, Honggo tak pernah lagi pulang ke Tanah Air. Hingga Budi Waseso dan Victor lepas jabatan dari Kepala Bareskrim dan Direktur Tipideksus.

18. Honggo Wendratno memecahkan rekord korupsi terbesar sepanjang sejarah perkorupsian Indonesia. Tercatat Eddi Tansil, alias Tan Tjoe Hong, awal 1990an membobol Bapindo sebesar 1.5 Trilyun saat itu, atau 9 Trilyun untuk ukuran saat ini, lebih besar dari Skandal Bank Century yang juga melibatkan pengusaha China.
19. Sebuah pernyataan besar, seberapa serius aparat penegak hukum dan pejabat negeri ini menyikapi mega skandal ini?
20. Honggo tidak sendiri. Seberapa berani pemerintah berani melibas dan mengungkap kasus kondensat?

Catatan kaki:

Kasus ini heboh di bulan Februari 2018. Namun kemudian lenyap tak berbekas hingga kini.

Kita tunggu sambil tetap berharap 38 Trilyun kembali ke tanah air supaya ada ada anggaran subsidi traktor dan solar untuk petani dan nelayan bangsa ini.*

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *