Press "Enter" to skip to content

Dilema Lulusan Sarjana Indonesia: “Pengangguran atau Ngojek”

  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares
Potret kemiskinan di Indonesia – Foto Istimewa

Lulusan perguruan tinggi Indonesia, baik itu tingkat akademi/diploma ataupun universitas, menghadapi tantangan sangat berat di tahun 2018 ini. Ijazah yang mereka dapatkan selama 4-6 tahun berkuliah belum lagi menjadi jaminan kalau mereka akan mendapatkan pekerjaan yang layak.|

Kesulitan terserapnya tenaga kerja produktif Indonesia itu sudah berat semenjak berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean, 1 Januari 2016 lalu. Serbuan tenaga kerja asing yang rata-rata berpengalaman akan menyerobot lahan tenaga kerja asli Indonesia.

Biro Pusat Statistik Indonesia mencatat, pada Februari 2017, terdapat sekitar 249.705 pengangguran terbuka tamatan Akademi/Diploma, dan sebanyak 606.939 pengangguran terbuka tamatan Universitas.

Perlindungan tenaga kerja dalam negeri, terutama kebutuhan mereka untuk memperoleh pengalaman dan berkiprah di dalam negerinya perlu mendapat perhatian dan perlindungan, sebab jika para lulusan muda tersebut tidak diberi kesempatan dan dibiarkan lama menganggur, akan terjadi ketimpangan di banyak hal.

Baru-baru ini Presiden Indonesia Joko Widodo dalam siaran persnya meminta agar izin bagi Tenaga Kerja Asing yang hendak masuk ke Indonesia di permudah. Hal ini mendapat banyak kecaman netizen yang merasa kecewa karena membiarkan kehadiran pekerja asing tanpa kendali akan menyingkirkan pekerja dalam negeri.

UUD 1945 sebenarnya telah mengatur dengan sangat tegas dan jelas. Konsep melindungi bangsa ini dari serbuan kapitalisme telah dituliskan dalam Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi,

“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”


Ketika sarjana-sarjana Indonesia tidak lagi mendapatkan kesempatan bekerja, apakah mereka harus ngojek demi bisa bertahan hidup dengan menyimpan ijazah mereka ke tumpukan rak buku yang paling bawah?

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *