Press "Enter" to skip to content

Mirah Sumirat Ingatkan di 2016, “Kalau Investasi Asing Berubah Menjadi Invasi Asing, Kami Siap Melawan!”

  • 20
  •  
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares
Mirah Sumirat,Presiden ASPEK Indonesia

Menanggapi pernyataan Presiden Jokowi (6/3) tentang persiapan perpres untuk permudah tenaga kerja asing,  seperti yang juga banyak diberitakan berbagai media, Mirah Sumirat, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK), mempertanyakan kemana sebenarnya keberpihakan pemimpin negeri ini.

Perempuan yang pernah dijuluki Singa Podium ini tercatat pada Agustus 2016 lalu, juga pernah mendesak pemerintah untuk serius dalam menyikapi informasi terkait membanjirnya tenaga kerja asal Cina. Berbagai fakta di lapangan telah membuktikan bahwa Pemerintah kecolongan terkait membanjirnya tenaga kerja asal Tiongkok ini, antara lain:

1. Tertangkapnya 5 pekerja warga negara Tiongkok oleh Tim Patroli TNI Angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang melakukan pengeboran proyek kereta api cepat tanpa izin di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (April 2016).

2. Sebanyak 700 pekerja Tiongkok dalam proyek pembangunan pabrik semen Merah Putih di Kecamatan Bayah, Lebak, Banten, yang dilakukan oleh PT Cemindo Gemilang (pertengahan tahun 2015).

3. Perusahaan pertambangan nikel di Kabupaten Konawe, Konawe Selatan dan Konawe UtaraSulawesi Tenggara, yang mempekerjakan tenaga kerja asal Tiongkok. 500 warga negara Tiongkok bekerja di PT Virtue Dragon Nikel Industri, lebih banyak ketimbang pekerja lokal yang hanya 246 orang saja. Warga negara Tiongkok itu, bekerja sebagai tukang masak, sopir, office boy, ahli kontruksi, hingga buruh bangunan.

4. Buruh Cina mendominasi pengerjaan proyek PLTU Celukan Bawang di Buleleng Bali.

5. Pembangunan smelter bauksit di Kalimantan Barat.

6. Sebanyak 26 tenaga kerja asing ilegal asal Cina ditangkap petugas kantor Imigrasi Kelas II Kota Sukabumi, Jawa Barat, Ahad (18/9). Mereka kedapatan menggunakan paspor kunjungan untuk bekerja sebagai tenaga ahli di Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pelabuhan Ratu Sukabumi. Mereka sudah berbulan bulan bekerja yang disponsori PT Shanghai Elektric Group.


Pada bulan November 2017 lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah meminta Cina untuk tidak lagi membawa tenag kerja dalam jumlah banyak untuk dipekerjakan pada proyek-proyek investasi mereka di Indonesia. JK menyatakan hal ini akan merugikan tenaga kerja dalam negeri.

 

Kekhawatiran Mirah Sumirah terhadap membanjirnya Tenaga Kerja Asing di Indonesia juga pernah dikemukakannya dalam Seminar Nasional “Efek Domino Serbuan Tenaga Kerja Asing”, 2 Agustus 2016, sebagaimana yang bisa disaksikan di youtube.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *