Press "Enter" to skip to content

Pemilu 2019: Koalisi 28,7% Menuju Indonesia Baru?

  • 116
  •  
  •  
  •  
  •  
    116
    Shares
Partai Gerindra, PKS, PBB, PAN – Pemilu 2019

Genderang pemilihan umum untuk menentukan siapa yang akan memimpin Republik Indonesia periode 2019-2024 telah ditabuh. Presidential threshold pada pemilu 2019  kali ini sangat tinggi, yaitu 20% (kursi)/25%(suara), yang diambil dari hasil pemilu 2014 lalu. Meski terdengar ganjil, akan tetapi inilah hasil keputusan yang berdasarkan usulan Paket A, yang diusung oleh PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, dan PKB.|Keputusan ini disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, saat itu melalui ketuanya Setya Novanto, melalui mekanisme yang panjang dalam rapat paripurna selama 2 hari (20-21/7/2017).

Meski demikian, keputusan tersebut diwarnai aksi walk out empat fraksi yang berasal dari Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi PAN, dan Fraksi Partai Demokrat.

Dengan demikian, partai politik dipastikan harus berkoalisi untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. Sebab berdasarkan hasil pemilu 2014 lalu, tidak ada satu partai politikpun yang bisa sendirian mengusung pasangan calon.

Pakar komunikasi politik Effendi Ghazalimenilai tingginya presidential threshold pemilu 2019 akan membatasi munculnya calon presiden alternatif. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa penggunaan dasar presidential threshold pemilu 2019 yang diambil dari hasil pemilu legislatif 2014 merupakan tindakan manipulasi.

Karena, warga negara yang memiliki hak politiknya tidak pernah mendapatkan pemberitahuan bahwa suaranya nanti akan digunakan sebagai ambang batas pada Pemilu yang sifatnya serentak.

Dengan demikian jika dilihat dari skema yang ada, koalisi partai pendukung pemerintah saat ini mendominasi. Jumlah kursi legislatif PDIP, Golkar, Nasem, PKB, PPP, dan Hanura mencapai angka 60,3%.

Sementara koalisi partai oposisi saat ini Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera sudah cukup untuk melewati presidential threshold yaitu 20,1%. Jika PAN bergabung angka tersebut menjadi 28,7%, cukup untuk mengusung kandidat pasangan calon presiden-wakil presiden baru pada pemilu 2019 nanti.  Gerindra saat ini sudah dipastikan memiliki Prabowo Subianto sebagai kandidat kuat, meski belum ada keputusan resmi. Sementara, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau lebih dikenal dengan sebutan TGB saat ini tengah naik popularitasnya, terlebih lagi politisi alumni Al-Azhar, Kairo ini sepertinya bukan menjadi pilihan utama partai Demokrat. Hal ini akan membuka peluang TGB untuk dipinang partai lain atau kembali ke PBB yang telah membesarkan namanya di awal karir politiknya.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.