Press "Enter" to skip to content

Kunci Cawapres ada di PKS?

  • 12
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares
Capres Cawapres Gerindra dan PKS

Pendaftaran capres/cawapres sudah harus dilakukan paling lambat 17 Agustus 2018 ini. Mesin-mesin pemenangan pemilu 2019 masing-masing partai ditengarai tengah giat melakukan safari keliling daerah guna merebut suara dan hati rakyat saat pencoblosan. Kubu oposisi yang saat ini diharapkan berkoalisi guna mememenuhi hasrat rakyat Indonesia akan adanya pemimpin baru yang lebih mengedepankan kepentingan bangsa diatas kepentingan golongan dan asing, masih belum memperlihatkan gerakan yang bisa ditangkap masyarakat awam.

Partai Gerindra sebagai partai oposisi terbesar dengan jumlah perolehan suara   13% pada pemilu 2014 lalu memiliki posisi tawar yang kuat untuk mengajukan capres dari partai berlambang garuda tersebut. Meski masih belum ada keputusan resmi tentang siapa yang bakal diusung, akan tetapi Prabowo Subianto tetap menjadi pilihan utama. Sosok dan karakter mantan Pangkostrad tersebut dinilai cocok untuk memimpin bangsa ini karena wawasan kebangsaan serta visi nasionalisnya yang sangat kuat.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki posisi tawar yang kuat setelah Gerindra dibarisan oposisi. Koalisi antara mereka berdua sebenarnya cukup untuk mengajukan pasangan capres-cawapres pada pemilu ini. Dengan jumlah suara 7.1% yang diperoleh PKS pada pemilu sebelumnya, sudah bisa ditebak bahwa kursi cawapres ada ditangan partai berlogo ka’bah ini.

PKS berdasarkan Musyawarah Majelis Syuro VI yang digelar 13-14 Januari 2018 lalu telah menetapkan 9 nama calon presiden/wakil untuk pemilu 2019 yang diambil dari kader PKS sendiri. Mereka adalah Gubernur Jawa Barat dari PKS Ahmad Heryawan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al’Jufrie, Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Menarik untuk disimak status Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A (TGB) saat ini. Partai Demokrat yang pada perioda kedua pemerintahan TGB di Nusa Tenggara Barat sepertinya lebih mengutamakan mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sementara TGB saat ini unggul melalui polling di hampir semua sosial media sebagai calon presiden/wakil presiden alternatif, melebihi popularitas AHY.

Apakah, baik Gerindra maupun PKS akan mencoba meminang TGB dan menjadikannya sebagai pasangan Prabowo, ataukah Prabowo akan memilih sebagai bapak bangsa dengan keahliannya sebagai King Maker dengan memajukan TGB sebagai capres?

 

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.