Press "Enter" to skip to content

Justinus Aditya Sidharta Mendadak Viral, Siapa Dia?

  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares
Stop Islamophobia! Stop Kebencian!

Mustofa Nahrawardaya, seorang aktivis Muhammadiyah yang aktif menggaungkan aksi “DeIslamophobia” baru-baru ini menuliskan dalam akun twitternya @NetizenTofa mengenai sosok yang bernama Justinus Aditya Sidharta.

Mustofa pada 31 Maret 2018 pernah mengusulkan pendamping yang tepat untuk Prabowo Subianto adalah seorang yang religius jikalau maju sebagai calon presiden pada pemilihan umum 2019 nanti.

Usulan ternyata disukai 1390 warganet dan setidak-tidaknya hingga saat ini ada 1133 mengkomentari ide tersebut. Salah satu yang mengkomentarinya adalah pemilik akun @justinusas.

Siapa Justinus A Sidharta?

Justinus A Sidharta (JAS) mengaku lahir di Malang tahun 1967. Ia mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi Akunting di Universitas Tarumanegara pada tahun 1990. JAS mengawali karirnya sebagai staff akuntant junior hingga kepala grup koordinator pada Drs Johan, Malonda & Rekan CPA Firm (1988-1997).

Sebagai  seorang akuntan publik, JAS yang pernah mendapatkan sanksi dari Menteri Keuangan RI setelah adanya laporan Bapepam perihal indikasi keterlibatannya dalam penggelembungan account penjualan, piutang, dan asset hingga ratusan milyar rupiah pada laporan keuangan Great River yang mengakibatkan perusahaan tersebut akhirnya gagal dalam membayar utang.

Sanksi tersebut terhitung sejak tanggal 28 November 2006 berupa pembekuan izin akuntan publik selama dua tahun karena terbukti melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP)

Indikasi keterlibatan kasus penipuan penyajian laporan keuangan

Seorang warganet pemilik akun @rusdira_uf yang mencoba menelusuri jejak digital JAS menemukan hal yang sama.  Seperti yang dilansir oleh hukumonline.com, berdasarkan hasil pemeriksaan Bapemam, JAS terindikasi melakukan penipuan dalam penyajian laporan keuangan. Pasalnya, Bapepam menemukan kelebihan pencatatan atau overstatement penyajian account penjualan dan piutang dalam laporan tersebut. Kelebihan itu berupa penambahan aktiva tetap dan penggunaan dana hasil emisi obligasi yang tanpa pembuktian. Akibatnya, Great River kesulitan arus kas. Perusahaan tidak mampu membayar utang Rp 250 miliar kepada Bank Mandiri dan gagal membayar obligasi senilai Rp 400 miliar.

Seorang Motivator dan Religius

Meskipun pernah terindikasi terlibat kasus penipuan, alumni Akutansi Universitas Tarumanegara ini adalah seorang yang religius dan motivator ulung dengan pengalaman luar biasa dibidang manajemen dan kepemimpinan.

Baca juga: Perang Candu di Indonesia, mampukah negeri ini bertahan?


Namun demikian JAS juga seorang yang gemar beropini dan meretweet tulisan-tulisan yang disukainya.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.