Press "Enter" to skip to content

Sukmawati Soekarno Putri Lecehkan Syariat Islam!

  • 27
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares
Sukmawati Soekarnoputri – foto istimewa

Anak keempat mantan presiden pertama Indonesia, Sukmawati Soekarnoputri melakukan pelecehan terhadap Syariat Islam pada penampilannya membacakan puisi di Pagelaran Busana 29 Tahun Anne Aventie di Jakarta Convention Center, Kamis (29/3/2018).

Puisinya yang berjudul “Ibu Indonesia”, menyebutkan “tak tahu syariat Islam”, “Sari konde ibu Indonesia lebih cantik dari cadar”, dan “suara kidung ibu Indonesia lebih merdu dari suara azan”.

Berikut puisi lengkap wanita kelahiran Jakarta, 26 Oktober 1951  yang juga Ketua Umum Partai PNI Marhaenisme itu.

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surga

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya

Baca juga:

Yusril setuju Partai ini dibubarkan!

Puan Megawati Soekarno Putri dan Pramono Anung di pusaran skandal mega korupsi eKTP.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.