Press "Enter" to skip to content

Liverpool Hancurkan City!

  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares
Liverpool Hancurkan City dan lolos ke semifinal Piala Champion!

Permainan pada babak kedua tidak mengalami perubahan berarti. City tetap menggempur tanpa pernah memberi nafas pemain-pemain Liverpool mengorganisir pertahanan. Leroy Sane, pemain muda bertenaga keturunan Senegal tetap menjadi momok dari sisi kiri. Kerjasamanya dengan de Bruyne dan pemain senior David Silva menjadi momok yang menakutkan.

Hal ini memaksa pemain-pemain depan Liverpool untuk turun jauh kebelakang. Tercatat beberapa kali Sadio Mane harus berbenturan dengan Sane untuk menghentikan pergerakan-pergerakan mematikan pemain internasional Jerman itu.

Baca juga: City gempur Liverpool pada babak pertama!

Gelombang Gempuran Mengendur dan Peluang Liverpool
Livepool bermain bukannya tanpa peluang. Ada jeda beberapa menit ketika sepertinya gelombang gempuran pemain-pemain City mengendur. Beberapa menit yang sangat menentukan namun sangat fatal. Sekitar menit ke-57 Liverpool seperti menemukan irama bermainnya. Beberapa kali sempat menusuk dari sisi kiri pertahanan City, James Millner berhasil melepaskan umpan panjangyang disambut Mane.

Bekerjasama dengan Mohamed Salah didepan, Sadio Mane berusaha untuk melepaskan tembakan. Namun gagal karena dihalangi seorang pemain belakang City. Bola yang terlepas kemudian disambar Salah yang berlari dari belakang. Dengan sekali sentuhan, Salah berhasil menspin bola dari sudut sempit. Score imbang, 1-1.

Liverpool Balik Menguasai Lapangan Tengah.
Kebobolan satu gol membuat pertandingan sedikit berimbang. City seperti diuji ketangguhan dan kegigihannya untuk maju kebabak semifinal Liga Champion. Score imbang 1-1, mau tak mau memaksa klub Manchester Biru ini harus melesakkan minimal 4 gol lagi ke gawang lawan.

Sesuatu yang masih memungkinkan jika mereka bisa mempertahankan tempo tinggi dan dominasi di lapangan tengah. Akan tetapi, disisi lain satu gol dari Mohamed Salah membuat Liverpool bisa sedikit bernafas dan berkonsentrasi untuk bisa berlama-lama memegang bola.

Setidak-tidaknya hingga menit ke 65, penguasaan bola antara kedua tim relatif berimbang.

Sebuah umpan Mane yang sayangnya tersia-siakan tanpa ada yang menyambut, berbuah menjadi serangan balik yang mematikan untuk City. Van Dijk harus melanggar Raheem Sterling meski harus menerima resiko kartu kuning.

Guardiola Ganti Strategi Menit ke-66
Pep Guardiola memutuskan untuk menambah daya gedor serangan yang mulai mengendur. Mantan pelatih Barcelona ini kemudian menarik pemain senior David Silva dan memasukkan Aguero.

Hal ini memberikan perubahan positif. Kevin de Bruyne kembali menari-nari di lapangan tengah layaknya babak pertama. Namun demikan kokohnya pertahanan The Reds membuat aliran serangan City seolah tumpul tanpa hasil.

Firmino sang predator yang mempesona
Sebuah serangan balik yang cantik. City seolah kehabisan nafas. Sebuah kesalahan yang fatal. Gegend pressing yang luar biasa memaksa pemain-pemain city selalu tidak nyaman dengan bola. Menit ke-76, Firmino memprovokasi Kyle Walker yang membuatnya gugup dan melakukan kesalahan yang langsung dihukum dengan sebuah gol.

Ketinggalan 1-2 tidak membuat City mengendurkan serangan. Tetap dengan motor penggerak Kevin de Bruyne dan Leroy Sane, City terus menggempur seolah tidak peduli dengan score pertandingan.

Klopp yang melihat tim asuhannya saat ini diatas angin segera menarik Firmino dan menggantinya dengan Ragnar Klavan untuk bermain lebih bertahan pada menit ke-81.

Taktik Klopp berhasil. Liverpool Hancurkan City. Pemain asuhan Guardiola seperti kelelahan dan hanya melakukan gempuran sporadis. Meski mendapatkan tambahan dua menit dari waktu normal, score tidak berubah 1-2. Dengan hasil ini Liverpool maju kebabak semifinal dengan kemenangan aggregat 5-1 atas Manchester City.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *