Press "Enter" to skip to content

Cukup Sudah, #2019GantiPresiden!

  • 29
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares
Cukup Sudah, #2019GantiPresiden

Semenjak hash tag #2019GantiPresiden diperkenalkan oleh Dr. Mardani Ali Sera awal April ini, tag tersebut terus bergulir menggelinding dan semakin besar. Bahkan Presiden Jokowi pun sempat membahas dan menganggap remeh tag tersebut dalam pidatonya yang berapi-api dihadapan ratusan relawannya di Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat Sabtu 7 April 2018.

 

Politisi PDIP asal Solo ini sempat menyindir hash tag yang menyebar dan menjadi ajang bisnis pembuatan souvenier seperti gelang tangan dan kaos.
Ia menyebutkan kalau kaos #2019GantiPresiden tidak akan bisa mengganti Presiden, karena yang berkuasa adalah rakyat.

Pidato Jokowi tersebut secara tidak langsung menunjukkan kerisauannya dan juga secarat tidak sadar telah lebih mempopulerkan hash tag tersebut.

Fiktifnya Fiksi 10 Juta Lapangan Kerja
Rakyat Indonesia yang selama ini terlena dengan berbagai janji dan harapan dari rejim penguasa sekarang seperti sudah berada di titik nadir. Hal yang sangat nyata tampak di lapangan adalah keberpihakan Presiden Jokowi kepada asing dalam hal ini Cina melalui kebijakan-kebijakannya.

Pada kampanye 2014 lalu, sebelum terpilih menjadi orang nomor satu Indonesia, Jokowi pernah berjanji untuk menyediakan 10 Juta lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.  Hal ini adalah satu kunci kemenangan Jokowi yang berhasil memikat jutaan rakyat Indonesia yang memang membutuhkan pekerjaan dari pada harus mendaftar bersusah-susah menjadi TKI dengan prosedur yang berbelit-belit.

Baca juga: Romahurmuziy aman sejak merapat ke koalisi penguasa?

Kenyataan sekarang adalah 10 Juta lapangan kerja tersebut diduga hanya untuk asing. Masuknya gelombang buruh asal Cina yang menyerobot lahan pekerjaan di Indonesia telah menimbulkan keresahan.

Fakta bahwa mereka berkali-kali melakukan pelanggaran imigrasi, membuat perkampungan illegal, dan bahkan tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia sama sekali, tidak membuat adanya perhatian pemerintah untuk melindungi anak negeri sendiri.

Bahkan, munculnya Perpres No. 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing menimbulkan protes dimana-mana, karena diduga hanya memperkuat keberadaan buruh-buruh Cina di Indonesia dan semakin membuka pintu negeri ini untuk pekerja asing.

Dari Hash Tag menjadi Gerakan #2019GantiPresiden
Dukungan masyarakat yang semakin membesar terhadap hash tag #2019GantiPresiden semakin nyata. Keterpaksaan untuk terus bersabar dan berharap sepertinya sudah berada di garis batas. Mengingat rejim ini hanya memiliki waktu berkuasa 18 bulan lagi, sangatlah mustahil memenuhi satu saja dari janji yang pernah diucapkan pada masa kampanye tersebut, yaitu 10 juta lapangan kerja.

Rakyat mulai bergerak. Hash tag di media sosial berubah menjadi hash tag di dunia nyata. Mereka tak segan-segan memakai kaos, gelang, dan pernak-pernik bertuliskan #2019GantiPresiden.

Mereka pun juga tak segan-segan untuk meng-upload photo mereka tersebut ke media sosial sekedar menyatakan dukungan terhadap sebuah gerakan yang berlandaskan rasa kebersamaan. Kebersamaan sebagai anak bangsa yang tertindas di negeri sendiri. Kebersamaan anak bangsa yang ingin melihat bangsa ini terus maju kedepan. Kebersamaan anak bangsa yang ingin #2019GantiPresiden.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.