Press "Enter" to skip to content

Laksamana Malahayati, Wanita Tangguh nan Pemberani dari Tanah Rencong

  • 29
  •  
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares
Laksamana Malahayati – Awal Perlawanan Nusantara Terhadap Penjajah Asing

Laksamana Malahayati merupakan salah satu pahlawan dari Aceh yang dikenal pemberani. Ia adalah putri dari Laksamana Mahmud Syah dan cucu dari Laksamana Angkatan Laut Muhammad Said Syah.

Keumalahayati lahir dari keluarga keturunan bangsawan Aceh. Kakek buyutnya, Sultan Salahuddin Syah pernah memerintah Kesultanan Aceh sejak tahun 1530 hingga tahun 1539.

Di tangannya, Cornelis de Houtman tewas. Cornelis de Houtman sendiri merupakan seorang penjajah Belanda memiliki misi untuk memonopoli jalur perdagangan di Nusantara. Kedatangan pria kelahiran Gouda, Belanda, 2 April 1565 ini secara tidak langsung membuka pintu masuk bagi Belanda untuk menjajah Indonesia.

Sekilas Tentang Cornelis de Houtman dan VOC

Cornelis de Houtman memulai ekspedisi pada tahun 1592. Ia menjejakan kaki di Banten pada akhir Juni 1596. Melihat kekayaan yang dimiliki Indonesia, muncul sikap serakah. Cornelis de Houtman ingin menguasai semua rempah-rempah yang ada. Sikap tamak Cornelis de Houtman membuatnya diusir dari Banten. Ia lalu melanjutkan perjalanannya ke Pulau Bali, sebelum akhirnya kembali ke negara asalnya.

Ilustrasi Kapal Dagang VOC

Di tahun 1598, Jacob Van Neck yang tergabung dalam serikat dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) mengunjungi Banten dengan jumlah rombongan yang lebih banyak. VOC ingin menyaingi serikat dagang Inggris dan India, East India Company (EIC).

Di samping itu, ada sejumlah alasan lain dari pembentukan VOC, di antaranya:

  • Menguasai pelabuhan penting yang ada di Nusantara
  • Menguasai kerajaan yang ada di Nusantara
  • Memonopoli perdagangan, khususnya rempah-rempah di Nusantara
  • Mengatasi persaingan pedagang asal Belanda dengan pedagang Eropa lainnya

Keberadaan VOC semakin mengukuhkan kekuatan Belanda di tanah air. Dalam rentang waktu antara tahun 1958 hingga tahun 1601, semakin banyak kapal Belanda yang datang ke Nusantara.

Cornelis de Houtman Tewas di Tangan Seorang Wanita Aceh, Laksamana Malahayati

Di tahun 1599, dengan kapal de Leeuw dan de Leeuwin  yang telah dipersenjatai layaknya kapal perang, Cornelis de Houtman dan adiknya, Frederick de Houtman menyambangi Aceh untuk pertama kalinya.

Mulanya, pihak Aceh menyambut kedatangan Cornelis de Houtman dengan baik. Pihak Aceh mengharapkan jalinan kerjasama yang saling menguntungkan. Kala itu, keduanya sepakat mengenai perdagangan merica. Namun, karena tabiat para penjajah Belanda yang tidak bersahabat, terjadilah pertikaian antara pihak Belanda dengan warga Aceh.

Cornelis de Houtman

Di atas geladak kapal miliknya, Cornelis de Houtman meregang nyawa. Ia tewas setelah berduel satu lawan satu dengan Laksamana Malahayati. Sementara Frederick de Houtman berhasil disandera. Setelah beberapa waktu dijadikan tahanan, Frederick dipulangkan ke tempat kelahirannya.

Baca juga: Kesultanan Mataram, Masuknya Kapitalisme Asing, Pengkhianatan, Perlawanan, dan Keruntuhan (1)

Nama Laksamana Malahayati begitu harum dan tersohor di seluruh dunia. Keberaniannya dalam menumpas penjajah patut dijadikan teladan. Meski ia wanita, tetapi semangatnya tak kalah dari kaum adam. Ia menjadi inspirasi banyak wanita Aceh lainnya. (efs)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *