Press "Enter" to skip to content

Menakar Kekuatan Poros Pendukung Prabowo

  • 10
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares
Menakar Kekuatan Poros Pendukung Prabowo

Didukung oleh Partai PDIP dan lima partai yang lain, serta kemungkinan besar juga akan disokong oleh Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrat membuat poros pendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2019 nanti bisa dibilang aman untuk dapat memenuhi Parliementary Threshold minimal 20 persen yang merupakan syarat untuk dapat menjadi kontestan Pilpres.

Lantas bagaimana dengan poros pendukung Prabowo yang merupakan rival terberat Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti?

Menurut Johnny G Plate, Sekjend Partai Nasional Demokrat, hingga saat ini poros partai politik yang mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 masih sangat fragile alias rapuh.

Pendapat tersebut didasarkan pada masih adanya tarik ulur, siapa dan dari partai mana yang nantinya akan mendampingi Prabowo sebagai Wakil Presiden. Sementara dua partai yang diharapkan akan berpihak pada poros pendukung Prabowo, masing-masing saling mengajukan Capres untuk dipinang oleh Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Sebagaimana diketahui, saat ini PKS sudah menyiapkan daftar sejumlah calon wakil presiden yang akan diajukan ke Prabowo sebagai syarat dari PKS untuk mendukung Gerindra dalam mengusung Ketua Umumnya sebagai Capres.

Sementara PAN yang juga menunjukkan sinyal untuk bergabung ke poros Prabowo telah menyiapkan Zulkifli Hasan yang nota bene merupakan Ketua Umum partai berlambang matahari ini untuk menjadi pendamping Prabowo.,

Adanya kepentingan yang sama dari dua partai politik yang berbeda itulah, menurut Johnny G Plate yang membuat poros pendukung Prabowo dinilai masih rapuh. Karena tidak menutup kemungkinan partai yang dikecewakan karena tidak dipilih oleh Prabowo sebagai Cawapres, akan mencabut dukungannya dan mengalihkan dukungan ke lawan politik.

Namun demikian, Sekjend Partai Nasdem ini berharap kemungkinan terburuk tersebut tidak sampai terjadi dan PKS serta PAN tetap solid dalam membangun poros politik bersama Gerindra meskipun wakil yang disodorkan tidak dipilih oleh Prabowo.

Baca juga: Sejumlah Alasan yang Membuat Cak Imin Optimis Dampingi Jokowi

Karena dengan adanya poros kedua yang menjadi penantang koalisi Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti, akan membuat suasana Pilpres terlihat lebih demokratis dan lebih menarik.

Harapan terbentuknya poros kedua yang akan mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres, tidak lepas dari kondisi politik yang diprediksi sulit untuk dapat membangun poros ketiga sebagaimana yang santer diberitakan dalam beberapa hari terakhir.

“Secara teoritis poros ketiga tersebut memang masih dimungkinkan untuk dibentuk. Namun secara realistis politik, kemungkinan untuk membentuk poros ketiga bisa dibilang hampir mustahil, mengingat sebagian besar partai politik yang menjadi kontestan pemilu telah menjatuhkan pilihannya untuk menjadi bagian dari koalisi poros pertama dan kedua,” ungkap Johnny G Plate. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.