Press "Enter" to skip to content

Mungkinkah Muncul Poros Ketiga dalam Pilpres 2019?

  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares
Poros Ketiga dalam Pilpres 2019

Munculnya poros ketiga dalam kontestasi Pilpres 2019 menurut sejumlah kalangan memiliki dampak yang positif. Salah satunya disampaikan oleh Syamsuddin, Peneliti dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia),

Menurut Syamsuddin, kehadiran poros ketiga tidak hanya akan menawarkan calon presiden alternatif tetapi juga dapat mencegah terjadinya pembelahan sosial dan politik di tengah-tengah masyarakat.

Hal yang sama juga disampaikan Presiden PKS, Sohibul Iman. Menurutnya tiga poros pasangan capres dapat mengurangi head to head dan perpecahan masyarakat yang berdampak pada segregasi sosial.

Meski tidak menampik pentingnya kehadiran poros ketiga, namun keduanya sama-sama meragukan bahwa poros tengah tersebut akan terbentuk. Keraguan tersebut memang tidak diungkapkan secara langsung oleh Sohibul Amin, namun Presiden PKS ini bersama partainya menunjukkan melalui sikap yaitu dengan semakin merapat ke kubu Prabowo Subianto.

Sedang menurut Syamsuddin, karena poros ketiga bergantung dari kemampuan partai dalam memenuhi ambang batas pencalonan presiden, membuat peluang terbentuknya poros ketiga tetap ada, meskipun kecil.

Karena berdasarkan Undang-Undang Pemilu, ambang batas pencalonan presiden ditetapkan sebesar 20 persen dari total suara. Dengan kata lain, sebuah partai atau gabungan dari beberapa partai harus memenuhi 20 persen dari jumlah kursi di DPR untuk dapat mengusung calon presiden.

Kecilnya peluang terbentuknya poros ketiga menurut Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno disebabkan karena konfigurasi politik saat ini hanya memungkinkan munculnya dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Hal tersebut menyusul bergabungnya lima partai politik peserta Pemilu 2014 ke dalam kubu Joko Widodo. Kelima partai politik tersebut adalah PDIP, Golkar, Nasdem, PPP dan Hanura. Sedang lima partai politik yang lain, yaitu Demokrat, Gerindra, PKS, PKB dan PAN masih belum menentukan sikap, meski belakangan Partai Gerindra dan PKS terlihat kompak untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

“Peluang dua pasang lebih besar dibanding tiga pasang, karena probabilitasnya atau tingkat kemungkinannya jauh lebih besar jika melihat konfigurasi politik saat ini,” ungkap Hendrawan.

Baca juga: Pertemuan Demokrat-PKS Kuatkan Wacana Poros Ketiga Pilpres 2019

Keraguan akan munculnya poros ketiga juga disampaikan oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Menurutnya, meski pintu komunikasi masih terbuka antara partai yang satu dengan yang lain, namun secara rasional hanya keajaiban yang dapat membentuk poros ketiga.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Poros ketiga menurutnya seulit terbentuk dan Pilpres 2019 nanti hanya akan diikuti oleh dua calon yaitu Prabowo dan Jokowi.

“Head to head menurut prediksi saya sudah akan terjadi sejak awal. Nama Prabowo dan Jokowi terlalu kuat untuk dapat ditandingi oleh calon yang lain. Karena itu sulit untuk dapat terbentuk poros ketiga,’ kata Fadli Zon saat berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.