Press "Enter" to skip to content

Jasa-Jasa Soekarno Pada Dunia

  • 17
  •  
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares
Jasa-jasa Soekarno Pada Dunia

Tidak hanya memiliki jasa yang besar kepada bangsa Indonesia, Ir. Soekarno juga memiliki sumbangsih yang tidak kecil bagi dunia. Pengaruhnya di luar negeri begitu besar, sehingga apa yang dia sampaikan selalu diperhatikan bahkan dituruti oleh pemimpin-pemimpin dari negara lain. Menariknya, ucapan, permintaan, pendapat serta ide dan gagasan yang dia sampaikan kepada pemimpin dari negara lain, begitu dilaksanakan, tidak hanya memberikan manfaat bagi negara tersebut tapi juga memberikan manfaat bagi dunia.

Tidak sedikit ide, gagasan dan kebijakan dari sang Putra Fajar ini membawa perubahan ke arah positif bagi negara lain dan bagi dunia. Berikut lima jasa Soekarno bagi dunia yang masih dapat dinikmati hingga sekarang.

1. Menyelamatkan Universitas Al-Azhar

Universitas Al-Azhar
Universitas Al-Azhar – berdiri semenjak 970 Masehi

Salah satu Perguruan Tinggi tertua di dunia ini didirikan pada masa Dinasti Fatimiyah sekitar tahun 970-an. Keberadaan universitas yang umurnya sudah lebih dari 1000 tahun tersebut membuat nama Mesir dikenal di seluruh penjuru dunia.

Namun, karena alasan politik, pada tahun 1955, Gamal Abdul Nasser, Presiden Mesir pada saat itu, berencana untuk menutup Universitas Al-Azhar. Berita tersebut tentu saja menghebohkan dunia dan menyulut Soekarno untuk berbuat sesuatu agar dapat menyelamatkan Al-Azhar.

Karena itu, Presiden pertama RI ini kemudian melakukan lawatan ke Mesir dengan tujuan tidak hanya untuk kunjungan kenegaraan tapi juga menyelamatkan Al-Azhar.

Baca juga: Kisah Soekarno Selamatkan Universitas Islam Al-Azhar Mesir

Itu sebabnya saat berdialog dengan Gamal Abdul Nasser, Soekarno memberikan saran agar Al-Azhar tidak ditutup. Banyak masukan yang diberikan oleh Soekarno, salah satunya dengan mengatakan bahwa masyarakat Indonesia dan juga dunia mengenal Mesir karena adanya Universitas Al-Azhar.

Presiden Mesir yang dikenal keras dan sulit menerima masukan dari orang lain tersebut, di hadapan Soekarno tidak dapat berkutik. Semua masukan dari Presiden RI ini dia terima, sehingga Al-Azhar pun tidak jadi ditutup. Andaikata Soekarno pada saat itu tidak menemui Gamal Abdul Nasser, universitas tertua di dunia ini mungkin sudah tinggal nama sejak 63 tahun yang lalu.

2. Menemukan Makam Imam Bukhori

Kompleks Makam Imam Al Bukhari – Bukhara Uzbekistan

Nama perawi hadist ini sangat akrab di telinga umat Islam, karena  dari hadist-hadist shahih yang diriwayatkannyalah umat Islam dapat mengetahui kisah-kisah dan apa-apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW.

Namun sayang, karena Imam Bukhori meninggal dan dimakamkan di daerah yang menjadi bagian dari Uni Sovyet yang notabene merupakan negara komunis, membuat keberadaan makam Imam Bukhori tidak pernah diketahui.

Soekarno yang dikenal memiliki hubungan erat dengan para pemimpin Uni Sovyet, pada saat melakukan kunjungan ke negara tersebut meminta agar makam Imam Bukhori dicari.

Baca juga: Kisah Soekarno Temukan Makam Ahli Hadis Imam Bukhari

Karena permintaan dari Soekarno itulah pemerintah Uni Sovyet akhirnya mencari dan menemukan makam dari perawi hadist yang terkenal tersebut.

Pada saat ditemukan di Uzbekistan, makam Imam Bukhori dalam kondisi tidak terawat. Namun kini, kondisi makam tersebut sudah jauh berbeda dan dijadikan sebagai tempat ziarah bagi kaum muslim di seluruh dunia.

3. Merenovasi Masjidil Haram

Masjid Al Haram Makkah, 1969

Pada saat melaksanakan ibadah haji di tahun 1955, Soekarno yang juga seorang arsitek merasa tergelitik untuk memberikan sumbangan pemikiran berupa ide arsitektural untuk renovasi Masjidil Haram kepada pemerintah Arab Saudi.

Ide tersebut berupa pendirian bangunan dua lantai yang dimanfaatkan untuk melaksanakan sa’i, sehingga prosesi sa’i dapat  dilaksanakan di dua jalur.

Baca juga: Ada Sosok Soekarno Dibalik Renovasi Masjidil Haram

Ide tersebut rupanya diperhatikan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Arab Saudi. Sehingga pada saat dilakukan renovasi besar-besaran terhadap Masjidil haram pada tahun 1966, salah satu bangunan yang didirikan adalah ide dari Soekarno yaitu bangunan bertingkat untuk melaksanakan sa’i.

4. Memfungsikan Kembali Masjid Biru Saint Petersburg

Masjid Saint Petersburg

Bagi sebagian besar umat Islam dan juga traveller yang suka mengunjungi objek-objek wisata religi, tentu sudah tidak asing lagi dengan eksotisnya Masjid Biru di Saint Petersburg.

Masjid yang usianya sudah berabad-abad ini sempat ditutup oleh Pemerintah Uni Sovyet dan dialihfungsikan sebagai gudang senjata dan obat-obatan.

Baca juga:

Bubarnya Kerajaan Mataram, Masuknya Bangsa Asing dan Pengkhianatan (I)

Kisah Soekarno Temukan Makam Ahli Hadis Imam Bukhari

Pada saat melakukan lawatan ke Sovyet, Soekarno merasa miris melihat kondisi tersebut. Karena itu, dia meminta kepada Presiden Uni Sovyet pada saat itu, Nikita Khrushchev agar mengembalikan fungsi Masjid Biru sebagai tempat ibadah.

Tanpa menunggu lama, permintaan Soekarno langsung dikabulkan oleh Pemerintah Sovyet, sehingga masjid yang memiliki ornamen cantik dan klasik ini digunakan kembali sebagai tempat beribadah umat Islam hingga sekarang.

5. Hijaukan Padang Arafah

Jemaah Haji di Padang Arafah Tahun 1953

Dahulu Padang Arafah berupa gurun tandus dengan panas yang menyengat. Hal tersebut berbeda dengan kondisi saat ini yang dipenuhi dengan pepohonan hijau yang sejuk dan nyaman.

Upaya menghijaukan Padang Arafah yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi tersebut sebenarnya diawali dari usulan Soekarno pada saat melaksanakan ibadah haji.

Para petinggi Arab Saudi yang dikenal teguh pendirian, biasanya sulit untuk menerima masukan dari pihak lain. Namun berbeda saat Soekarno yang menyampaikan. Usulan tersebut beberapa waktu kemudian dilaksanakan, sehingga Padang Arafah berubah menjadi tempat yang hijau, sejuk dan nyaman hingga sekarang.

Baca juga: Sosok Soekarno Ada di Balik Hijaunya Padang Arafah

Itulah beberapa jasa Soekarno bagi dunia yang membuat bangsa Indonesia merasa bangga memiliki presiden pertama yang mempunyai pengaruh besar di dunia. (AGK)

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *