Press "Enter" to skip to content

Ingin Bekerja di Jerman? Ini Triknya! (I)

  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares
Bundesministerium für Arbeit und Soziales
Bundesministerium für Arbeit und Soziales – Kementerian Sosial dan Tenaga Kerja Jerman (Illustrasi)

Bagi kamu yang sedang studi di Jerman, tentunya sudah memiliki target mengenai pekerjaan impian. Kamu tidak ingin cepat pulang bukan? Meski rindu tanah air dan sanak saudara, setidaknya ada keinginan untuk bertahan lebih dulu di negeri ini. Minimal untuk bekerja di Jerman.

Bagaimana Cara Agar Tetap Tinggal di Jerman?

Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa kamu pakai untuk tetap tinggal di Jerman, yakni kuliah lanjut master bagi kamu yang meraih bachelor, itupun jika kamu mendapatkan beasiswa. Bagi kamu yang mengambil master di universitas swasta, teruskan jenjang pendidikanmu hingga doktor.

Sementara kamu yang sudah bergelar doktor, lanjutkan dengan mengambil post doc berikutnya. Bagaimana jika sudah post doc? Kamu bisa melanjutkan post doc berikutnya. Mudah bukan?

Untuk tetap bertahan, kamu harus mendapatkan kerja di Jerman! Hitung-hitung sebagai batu loncatan dan pengalaman, sebelum pulang ke kampung halaman. Tentunya, selama ada dukungan pemerintah dan kebijakan yang memfasilitasi kepentingan anak bangsa, jangan sia-siakan kesempatan!

Sebagai negara maju, ada perbedaan mendasar mengenai kehidupan kerja di Jerman dengan Indonesia. Bukan hanya dari suasananya saja, melainkan juga sejumlah aspek lainnya, seperti jam kerja, gaji, dan fasilitas.

Alasan Orang Indonesia Suka Bekerja di Jerman

Tak dapat dimungkiri, hal itulah yang menjadi alasan mengapa banyak orang mencari beasiswa ke Jerman. Harapannya, selepas kuliah, mereka dapat pekerjaan dan menetap di Jerman.

Nah, agar kamu tidak penasaran, simak sejumlah alasan mengapa orang Indonesia suka bekerja di Jerman.

  • Jam Kerja

Secara umum, jam kerja di perusahaan Jerman di mulai sejak pukul 8 atau 9 pagi hingga pukul 5 sampai 6 sore. Jam kerja di Jerman dibatasi antara 7 hingga 8 jam saja. Meski terkadang ada lembur, pegawai memiliki hak untuk menolaknya.

Hal tersebut dilakukan untuk menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dengan kehidupan pribadi sesuai dengan kebijakan pemerintah Jerman yang menganut work life balance.

  • Fokus

Meski jam kerja terbilang singkat, yakni rata-rata mencapai 35 jam per minggu, tetapi pekerja Jerman tergolong produktif. Ketika mereka bekerja, mereka benar-benar fokus. Tidak akan melakukan kegiatan lain di luar pekerjaan, seperti bermain facebook, bergosip, atau hal lain yang menghabiskan waktu dengan percuma.

Soal pekerjaan pun begitu, kamu hanya akan berfokus pada spesialisasimu alias tidak mengerjakan pekerjaan di luar tugasmu.

  • Mandiri

Bekerja di Jerman akan melatih kemandirian. Pasalnya, kamu harus mengerjakan semuanya sendiri. Misalnya, membuat kopi atau fotokopi dokumen. Soal bersih-bersih biasanya sudah ada pegawai yang akan mengurus hal tersebut.

  • Terstruktur

Orang Jerman sangat terstruktur dan rapi. Jangan terkejut jika sebelum mengerjakan suatu proyek mereka akan merencanakan segala sesuatunya dengan sangat matang.

  • Hubungan Kerja yang Menyenangkan

Hubungan kerja di Jerman tergolong menyenangkan. Meski kamu pegawai baru, kamu tidak akan dipandang sebelah mata. Selama kamu memiliki kemampuan, kamu akan dihargai oleh senior dan atasanmu.

Kelebihan Lain Bekerja di Jerman

Apakah hanya itu saja? Tentu tidak. Ada kelebihan lain yang akan kamu dapatkan jika bekerja di Jerman.

  • Kontrak Kerja

Umumnya, kontrak kerja di Jerman di mulai dengan masa percobaan selama enam bulan baru kemudian kontrak kerja seumur hirup. Sebagai pekerja kamu memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Meski kamu adalah warga asing, tetapi kamu dilindungi oleh kekuatan hukum layaknya warga Jerman lainnya.

Nantinya kamu akan mendapat berbagai fasilitas, seperti asuransi kesehatan, asuransi masa tua, bonus tahunan, dan lainnya.

  • Hari Libur

Hari libur di Jerman cukup panjang, yakni mencapai dua puluh lima hingga tiga puluh hari dalam satu tahun. Perusahaan wajib menjamin para pekerjanya mengambil cuti selama minimal dua puluh hari dalam jangka waktu satu tahun.

Dengan berbagai keuntungan di atas, tak heran jika banyak orang tertarik untuk bekerja di Jerman. Tidak hanya orang yang sudah menyelesaikan pendidikannya di Jerman, orang yang berkuliah di negara lain pun memiliki minat yang sama. (bersambung/efs)

Baca juga: Ingin Bekerja di Jerman? Ini Triknya! (II)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *