Press "Enter" to skip to content

Peluang Anies Dampingi Prabowo

  • 36
  •  
  •  
  •  
    36
    Shares
Peluang Anies Dampingi Prabowo

Sebuah prediksi dilontarkan oleh mantan Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. Mahfud MD saat berada di kantor DPP PSI Jakarta. Dengan membaca opini publik di berbagai media sosial dan media cetak, menurut Mahfud, peluang terbesar bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menyusul di urutan kedua adalah Tuan Guru Bajang Zainal Majid.

Prediksi Mahfud MD tersebut juga didasarkan pada analisa telah bergabungnya sejumlah partai untuk memberikan dukungan kepada Joko Widodo, yaitu PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, Hanura, Perindo, PKPI dan PSI. Sementara partai yang masih belum menentukan arah koalisi diantaranya adalah Demokrat, PKS, PAN dan PKB. Keempat partai tersebut masih belum diketahui dengan pasti, apakah akan ikut bergabung dengan poros Jokowi atau bersama dengan Gerindra mengusung Prabowo atau bahkan mendirikan poros tersendiri.

Tanpa bermaksud mengamini prediksi dari mantan Ketua Mashkamah Agung, Wakil Ketua Umum Partai Geriundra, Ferry Juliantoro membenarkan bahwa Anies Baswedan merupakan salah satu kandidat cawapres Prabowo dalam Pilpres 2019. Hanya saja, tentang siapa nantinya yang akan dipilih oleh Prabowo sebagai Cawapres, hingga kini masih belum ada pernyataan resmi dari Gerindra.

Masuknya nama Anies Baswedan ke dalam bursa cawapres Prabowo, menurut Adi Prayitno, Pengamat Politik dari Universitas Syarif Hidayatullah, merupakan hal yang wajar karena nama Anies dipastikan akan dapat mendongkrak elektabilitas Prabowo dalamn Pilpres 2019.

Namun menurut analisa Adi Prayitno, sulit bagi Anies untuk menerima pinangan Prabowo mengingat jabatan gubvernur DKI yang saat ini dia sandang. Jika maju sebagai cawapres, maka dia harus melepaskan jabatannya sebagai Gubernur DKI. “Padahal untuk dapat menjadi gubernur, ada pengorbanan darah dan air mata. Bahkan masih meninggalkan luka yang dalam. Sementara elektabilitas Jokowi hingga kini masih menjulang tinggi. Jadi rasanya sulit bagi Anies jika harus meninggalkan jabatannya sebagai gubernur demi untuk dapat mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019 nanti,” terang Adi Prayitno.

Baca juga: Rocky Gerung, “Saya ndak mungkin melaporkan tempurung..”

Menurut Adi, akan jauh lebih baik jika Anies tetap memegang jabatannya sebagai gubernur. Sebab jika kepemimpinannya lebih baik dibandingkan gubernur-gubernur DKI sebelumnya, bukan mustahil jika Anies bakal menjadi kandidat terkuat pada Pilpres 2024.

“Sebaiknya saat ini Anies investasi dulu, jangan sampai layu sebelum berkembang. Jika sampai kalah dalam Pilpres sementara jabatan gubernur terlanjur dia lepas, akan sulit bagi dia untuk dapat menduduki posisi strategis sebagaimana sekarang ini,” tambah Adi Prayitno. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.