Press "Enter" to skip to content

Yusril Ihza Mahendra, “Rezim Jokowi Tunduk Pada Cina Soal TKA”

  • 20
  •  
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares
Prof. Yusril Ihza Mahendra

Rezim Jokowi – Jusuf Kalla disebut oleh advokat Yusril Ihza Mahendra lebih mementingkan kepentingan pihak asing terkait terbitnya Perpres Presiden no 20 tahun 2018 mengenai penyederhanaan perizinan Tenaga Kerja Asing.

Yusril sebelumnya juga  telah bersedia membantu secara sukarela Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPSI) dalam melakukan uji materi di Mahkamah Agung terkait Perpres tersebut.

” Menurut saya isi dari Perpres tersebut bukan bentuk pengaturan dalam permasalahan tenaga kerja tetapi untuk pertimbangan investasi kepada pihak Cina” kata Yusril di kantornya, bilangan Kasablanka, Jakarta, Selasa (24/4)

” Enggak mau menanam investasi kalau kemauan mereka (Cina) tidak di turuti ” tambahnya

Baca JugaPerpres TKA Asing Merugikan, Yusril Ihza Mahendra Turun Tangan

Sebelumnya terkait kontroversi Perpres tersebut, Menteri Kordinator Bidang Keungan Darmin Nasution telah menjelaskan kepada publik bahwa Perpres tersebut diterbitkan untuk mempersiapkan berbagai sektor di Indonesia dalam menyongsong era digital.

Tenaga Kerja Asing yang masuk ke Indonesia nantinya hanyalah tenaga kerja yang memang memiliki skill khusus sehingga diharapkan dapat melakukan transfer ilmu dengan efisien.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri juga ikut mengkonfirmasi jika Tenaga Kerja Asing yang dipermudah izinnya hanya tenaga kerja yang memiliki skill khusus.

” Hingga saat ini Tenaga Kerja di Indonesia yang diperbolehkan hanya yang memiliki skill khusus, jika di lapangan ada tenaga kerja asing bekerja kasar jelas itu pelanggaran” ungkapnya seperti dilansir dari CNNINDONESIA.com

Namun menurut Yusril, kebijakan tersebut tidak tepat karena masih banyak masyarakat Indonesia yang kompeten dalam bidang tersebut.

” Kalau kerjaan seperti itu, orang kita juga banyak yang bisa. Jadi terlihat sekali jika pemerintah tunduk terhadap kemauan asing. Hal itu yang kita sesalkan” tambahnya

Yusril berjanji akan berusaha untuk membatalkan seluruh isi Perpres tersebut dengan melakukan uji materi ke Mahkamah Agung, menurutnya Perpres tersebut bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi.

” Buruh menghendaki agar seluruh isi dari Perpres tersebut dibatalkan, Perpres itu sendiri sangat bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi”

Hari Buruh Internasional pada yang jatuh pada 1 Mei nanti diprediksi akan menjadi ajang para buruh untuk memprotes terkait Perpres tersebut  kepada Rezim Jokowi.

 

 

 

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.