Press "Enter" to skip to content

Sulitnya Mencari Figur Penantang Jokowi dan Prabowo

  • 28
  •  
  •  
  •  
  •  
    28
    Shares
Jokowi – Prabowo menurut survey Cyrus Network

Rencana bertemunya Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden PKS, Sohibul Iman semakin menguatkan wacana akan terbentuknya poros ketiga. Hal tersebut disebabkan karena kedua partai ini memang masih belum mengeluarkan keputusan secara resmi tentang poros mana yang akan didukung, bersama 3 partai yang lain yaitu Gerindra, PKB dan PAN.

PKS memang telah menyodorkan 9 kadernya untuk dapat dipilih sebagai cawapres Prabowo Subianto. Namun dukungan PKS terhadap Ketua Umum Gerindra bisa saja dicabut, andaikata nama-nama kader PKS yang ditawarkan, tidak ada satupun yang dipilih. Apalagi jika Prabowo berbalik arah dengan bersedia menjadi cawapres Jokowi.

Begitu pula halnya dengan Partai Demokrat, meski dalam Rapimnas Demokrat, 10/3/2018,  SBY sempat mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk berjuang bersama Jokowi, namun siapapun tahu bahwa Demokrat tengah menggadang-gadang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pemimpin masa depan. Artinya jika Jokowi tidak memilih AHY sebagai cawapres, maka besar kemungkinan Demokrat akan mengalihkan dukungan atau membentuk poros baru.

Setali tiga uang dengan Demokrat dan PKS, saat ini PKB juga getol mengkampanyekan Jokowi – Muhaimin Iskandar lewat JOIN. Namun dukungan terhadap Jokowi tersebut bisa saja dicabut, jika ternyata Jokowi tidak memilih Cak Imin sebagai cawaprs.

Tarik ulur kepentingan  itulah yang membuat kemungkinan terbentuknya poros ketiga masih memungkinkan untuk terjadi. Hanya saja, jika poros ketiga terbntuk, siapa figur capres dan cawapres yang akan diusung?

Sulitnya mencari figur penantang Jokowi dan Prabowo diakui oleh Wakil Sekjen PKB, Danil Johan.  Menurutnya, jika poros ketiga terbentuk, belum ada figur capres yang dapat menandingi Jokowi dan Prabowo.

“Makanya kalau Demokrat bermaksud membentuk poros ketiga, kami ingin mempertanyakan, siapa yang nanti akan dicalonkan sebagai capres dan cawaprs,” papar Danil.

Diakui oleh Danil bahwa tidak menutup kemungkinan poros ketiga akan terbentuk apabila Partai Demokrat benar-benar serius melakukan lobi-lobi politik dan menjalin komunikasi dengan partai yang lain. Karena PKB dan PAN masih belum mendeklarasikan dukungan secara resmi. Begitu juga dengan PKS, tidak menutup kemungkinan akan membentuk poros baru apabila nama kesembilan kadernya tidak ada satupun yang dipilih Prabowo atau jika Prabowo bergandngan tangan dengan Jokowi. Hanya saja, jika poros baru terbentuk, mnurut Danil akan sulit untuk mencari figur yang elektabilitasnya melebihi Jokowi dan Prabowo.

Baca juga: Lembaga Survey, antara nurani dan pesanan?

Keraguan yang sama juga mnghinggapi kubu PKS. Ketua DPP PKS, Madani Ali Sera memang mengisyaratkan untuk membentuk poros baru apabila Prabowo memilih untuk menjadi cawapres Jokowi. Namun Madani tidak menyebutkan, siapa capres dan cawapres yang layak diusung untuk menghadapi petahana, karena dari hasil dua survey terakir yang dilakukan Cyrus Network dan Kompas, nama Jokowi dan Prabowo berada di atas angin. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.