Press "Enter" to skip to content

Kisah Soekarno Temukan Makam Ahli Hadis Imam Bukhari

  • 2
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
Imam Muhammad Al-Bukhari

Kisah Soekarno yang berjasa pada dunia memang tak akan habis dibicarakan. Kisahnya penuh inspirasi dan suri teladan yang baik. Salah satu jasa terbesarnya pada umat Islam adalah menemukan makam perawi hadis terkenal Al-Bukhari.

Barangkali kisah ini masih asing terdengar di telinga orang Indonesia kebanyakan, tetapi tidak bagi warga Rusia. Lantas bagaimana kisah selengkapnya? Ini dia!

Kisah Soekarno Ajukan Permintaan Pada Pemerintah Uni Soviet

Kala itu, sekitar tahun 1961, pemimpin Uni Soviet, Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Soekarno untuk berkunjung ke negerinya. Konon, undangan tersebut sengaja dilakukan untuk memperlihatkan pada Amerika Serikat bahwa negaranya lebih unggul.

Mengerti apa yang terjadi, permintaan tersebut tidak langsung diiyakan oleh Soekarno. Maklum saja, saat itu kedua negara adikuasa, Uni Soviet dan Amerika Serikat tengah melancarkan aksi untuk merebut simpati negara-negara di dunia. Indonesia tak luput dari incaran keduanya padahal Indonesia memilih untuk netral, ikut ke dalam gerakan negara nonblok.

Kendati demikian, Soekarno tidak menolak secara terang-terangan. Ia justru mengajukan permintaan pada pemerintah Uni Soviet, yakni menemukan makam Imam Al-Bukhari.

“Tuan Khrushchev, saya bersedia datang ke Moscow, tapi ada syaratnya. Temukan makam Imam Bukhari, perawi hadis terkenal. Dia dimakamkan di Samarkand, Uzbekistan,” ujar Soekarno pada presiden Uni Soviet kala itu.

Pemerintah Uni Soviet pun melakukan pencarian makam Imam Bukhari. Bukan perkara mudah bagi seorang komunis menemukan makam seorang muslim yang namanya terdengar asing di telinga.

Setelah satu bulan pencarian tanpa hasil, pemerintah Uni Soviet kembali melakukan pencarian dengan tekad kuat, yakni agar Soekarno mau datang ke negaranya. Akhirnya, tim pencari menemukan makam Imam Bukhari.

Soekarno Prihatin dengan Kondisi Makam Imam Bukhari

Sesuai kesepakatan, Soekarno pun terbang ke Uni Soviet untuk menepati janjinya pada Khrushchev. Dalam kunjungannya, Soekarno menyempatkan diri menziarahi makam Imam Bukhari.

Kondisi makam yang memprihatinkan dan tidak terawat membuat Soekarno bersedih. Ia bahkan menawarkan diri untuk membawa makam tersebut ke Indonesia. Soekarno bersedia mengganti berat badan Imam Al-Bukhari dengan berat badan emas. Namun, ditolak oleh Khrushchev.

Berkat jasa Soekarno, kini makam tersebut diurus dengan sangat baik. Sebenarnya, makam Imam Bukhari tidak dibuka untuk umum. Namun, akan dibuka secara khusus jika ada orang Indonesia yang datang untuk berziarah.

Kompleks Makam Imam Al Bukhari
Kompleks Makam Imam Al Bukhari, Samarkand Uzbekistan

Tak hanya itu saja, peziarah asal Indonesia akan diberi keistimewaan sebagai bentuk penghormatan atas jasa Soekarno. Keistimewaan tersebut adalah akses untuk masuk ke bagian dasar bangunan makam, tempat di mana jasad Imam Bukhari disemayamkan.

Bagi muslim, Imam Bukhari bukanlah sosok asing. Beliau ahli hadis termasyhur yang lahir di Bukhara, Uzbekistan tahun 196 Hijriah. Nama aslinya adalah Muhammad, tetapi ia lebih dikenal dengan sebutan Imam Bukhari yang diambil dari kota asalnya.

Imam Bukhari telah menghimpun sejuta hadis Rasulullah Saw yang dipelajarinya hingga akhir hayat. Berkat kemampuannya dalam memilah hadis dan mengelompokannya sesuai golongan, yakni Shahih, Hasan, dan Dhaif, Imam Al-Bukhari berhasil menuliskan sekitar 9082 hadis yang dituangkan dalam sebuah karya besar berjudul “Al Jami’al Shahih” atau dikenal dengan Shahih Bukhari.

Hingga kini kisah Soekarno yang memiliki andil besar dalam penemuan Makam Imam Bukhari menjadi kisah yang akan selalu dikenang oleh seluruh umat Islam di dunia. (efs)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.