Press "Enter" to skip to content

Fenomena Gerakan #2019GantiPresiden, Bentuk Kekecewaan Rakyat

  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares
#2019GantiPresiden
#2019GantiPresiden

Gerakan #2019GantiPresiden membuat publik geger, istana pun resah. Awal gerakan ini dimulai setelah Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menggunakan gelang bertuliskan tagar tersebut di sebuah acara televisi swasta. Tak hanya Mardani, Wakil Ketua Umum Partai Gerinda, Fadli Zon pun turut mengenakan gelang tersebut.

Setelahnya, banyak bermunculan kaos dan aksesoris serupa yang dijual bebas di pasaran. Kebanyakan dari para penjual menggunakan kesempatan tersebut untuk meraup untung berlipat.

 Gerakan #2019GantiPresiden
Kaos Gerakan #2019GantiPresiden

Meluasnya penjualan kaos dan aksesori tersebut secara tidak langsung memicu gerakan #2019GantiPresiden di berbagai kota di Indonesia.

Gerakan #2019GantiPresiden, Bentuk Kekecewaan Rakyat

Meski dinilai kurang efektif, gerakan ganti presiden masih terus bergaung. Banyak yang menilai bahwa munculnya gerakan ini tidak lain karena rakyat merasa kecewa dengan pemerintahan saat ini.

Tak sedikit rakyat yang mengeluh mahalnya harga bahan pokok, tingginya angka kriminalitas, sempitnya lapangan pekerjaan, dan sejumlah hal lainnya. Mirisnya, di saat banyaknya pengangguran di Indonesia, pemerintah justru membuka kesempatan seluas-luasnya untuk tenaga kerja asing.

Sebagian besar masyarakat menilai bahwa kebijakan yang diambil pemerintah tidak pro rakyat, justru semakin menyulitkan rakyat, terutama rakyat miskin.

Berbekal kekecewaan tersebut, munculnya gerakan ganti presiden seakan menjadi angin segar bagi rakyat yang sudah lelah dan menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik. Meski gerakan ini tidak serta merta membuat presiden berganti secara otomatis.

Bahkan sejumlah pihak turut mengajak masyakarat untuk mengikuti gerakan ganti presiden. Jika Anda setuju maka saat berpapasan di jalan raya, baik menggunakan mobi, motor, truk, atau bus, bunyikan klakson 3 kali sebagai tanda setuju.

Sementara bagi Anda pejalan kaki, acungkan jempol sebanyak 3 kali sebagai tanda bahwa Anda turut serta dalam gerakan #2019GantiPresiden.

Maklumat Penting Gerakan Ganti Presiden

Layaknya gerakan lainnya, gerakan ganti presiden pun tak lepas dari tangan jail pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi ini. Maka, untuk menghindari kesalahpahaman atau hal-hal yang tidak diinginkan, gerakan ganti presiden mengeluarkan sebuah maklumat.

Adapun isi maklumat tersebut, antara lain sebagai berikut.

  1. Gerakan #2019GantiPresiden tidak pernah mengangkat koordinator atau juru bicara dari pihak yang tidak terkoneksi langsung dengan penggagas awal.
  2. Gerakan #2019GantiPresiden memang gerakan rakyat Indonesia yang sudah tidak ingin melihat kehancuran yang berkelanjutan. Namun, juga tetap terstruktur dan sistematis dalam pergerakan.
  3. Kepada pihak-pihak yang ingin berpartisipasi dalam gerakan #2019GantiPresiden gara tidak melakukan klaim dan politik atas nama, demi kemurnian gerakan kita.

Aksi #2019GerakanGantiPresiden 29 April 2018

Gerakan ganti presiden bukan hanya isapan jempol semata, rakyat yang merasa sudah lelah dibodohi selama ini siap berjuang untuk menyuarakan pendapatnya.

Gerakan Pemuda Jakarta (GPJ) menyerukan agar seluruh warga DKI Jakarta datang ke acara car free day yang akan dilaksanakan pada Minggu, 29 April 2018 dengan menggunakan kaos ganti presiden.

Rakyat yang setuju dengan gerakan tersebut dipersilakan datang ke titik kumpul massa yakni di Bunderan Hotel Indonesia pukul 06.00 WIB. Agenda gerakan ini adalah untuk berjalan sehat. Tidak ada orasi karena gerakan ini bukanlah demo. GPJ menyakini bahwa hanya dengan berbekal baju ganti presiden, pesan yang terkandung di dalamnya dapat tersampaikan.  (efs)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.