Press "Enter" to skip to content

Jatuhnya Hongkong ke Tangan Inggris Akibat Perang Candu I

  • 35
  •  
  •  
  •  
  •  
    35
    Shares
Jatuhnya Hongkong ke Tangan Inggris Akibat Perang Candu I

Dalam Bahasa Mandarin, Hongkong disebut Xianggang yang artinya “Pelabuhan Harum”. Saat ini Hongkong merupakan kawasan SAR (Special Administrative Region) yang memiliki konsep One Country Two System, yakni secara de jure merupakan People’s Republic of China atau berada dalam penguasaan Republik Rakyat China, tapi secara de facto berdiri sebagai negara sendiri yang memiliki kedaulatan, memiliki parlemen, hukum, bendera hingga mata uang sendiri.

Konsep One Country Two System dirumuskan oleh Deng Xiao Ping dengan tujuan agar saat kembali ke pangkuan China Raya, tidak mengalami hambatan, sebab selama 50 tahun Hongkong menganut sistem ekonomi kapitalis sedang China menggunakan sistem sosialis.

Perbedaan sistem ekonomi yang dianut tersebut, tidak lain karena Hongkong berada dalam kekuasaan Inggris sejak tahun 1842 akibat dilakukannya Perjanjian Nanjing menyusul terjadinya Perang Candu I. Hongkong baru diserahkan kembali oleh Inggris ke China pada 1 Juli 1997.

Jatuhnya Hongkong ke tangan Inggris itulah yang menjadi salah satu daya tarik dari Perang Candu I yang berlangsung sekitar 3 tahun, yaitu pada tahun 1839 – 1842.

Pada Perang Candu I, pertempuran sebagian besar dilakukan di tengah laut dan di pinggir pantai. Armada kapal perang Inggris yang memiliki peralatan dan persenjataan yang lebih modern tanpa menemui kesulitan menaklukkan kapal-kapal perang China dan membombardir daerah-daerah di Pantai Tenggara China.

Proses Pemusnahan Opium Ilegal di Humen pada Perang Candu I

Sehingga dalam waktu yang relatif singkat, Inggris dapat menaklukkan kota-kota Pelabuhan yang ada di China, seperti Xianggang (Hongkong), Kanton, Xiamen, Shanghai, Fuzho dan Ningbo. Dengan kekuatan armada tempur sebanyak 80 kapal perang, pada bulan Agustus 1842, Inggris bahkan bergerak maju menuju Nanjing.

Menyadari China dalam kondisi yang terdesak dan tidak mungkin lagi melakukan perlawanan, Kaisar Daoguang akhirnya menyerah kepada pihak Inggris. Penyerahan tersebut membawa konsekuensi ditandatanganinya Perjanjian Nanjing oleh Pemerintah China yang menimbulkan kerugian sangat besar.

Isi dari Perjanjian Nanjing tersebut meliputi 6 poin, yaitu: 1). Xianggang (Hongkong) oleh China diswwakan pada Inggris, 2). China harus membuka pelabuhan Kanton, Shanghai, Fuzhou, Ningbo dan Xiamen bagi perdagangan dengan Inggris, 3).China wajib membayar ganti rugi perang sebesar 21 juta mata uang perak, 4). China harus mmbuka ekstrateritorial (daerah khusus) untuk tempat tinggal warga Inggris dan memberikan hak istimewa kepada Inggris, 5). Hubungan antara pejabat China dengan Inggris didasarkan asas sama rata, dan 6). China memberikan kewenangan pada Inggris untuk mngangkat konsul di setiap pelabuhan yang digunakan untuk aktifitas perdagangan.

Meski Perjanjian Nanjing telah ditandatangani pada 29 Agustus 1842, dan candu secara resmi telah dilarang, namun persoalan penyelundupan candu ternyata masih terus berlangsung. Bahkan kondisi China pada saat itu semakin parah karena Amerika juga menuntut agar diberi hak yang sama seperti halnya Inggris.

Tuntutan Amerika tersebut dilakukan dengan mengirimkan Caleb Cushing sebagai utusan guna merundingkan perjanjian bilateral dengan Pemerintah China. Perjanjian bilateral tersebut akhirnya disepakati pada tahun 1844, sehingga Amerika memperoleh hak yang sama dengan Inggris.

Dalam perjanjian tersebut terdapat pasal yang membuat hakim-hakim China tidak berwenang mengadili warga Amerika, sehingga jika ada warga Amerika yang melakukan pelanggaran hukum, maka harus diserahkan ke pengadilan konsulat Amerika.

Setelah Amerika, Pemerintah China melakukan perjanjian bilateral dengan Prancis pada tahun yang sama. Salah satu kebijakan yang diambil dari perjanjian dengan Prancis adalah pemberian ijin penyebaran agama Khatolik dan pengembalian hak milik gereja yang seabad sebelumnya dilarang dan disita oleh Pemerintah China. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *