Press "Enter" to skip to content

Kaum Buruh Pastikan Tak Akan Dukung Jokowi Pada Pilpres 2019

  • 16
  •  
  •  
  •  
    16
    Shares
Buruh – illustrasi

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPSI) Said Iqbal menegaskan jika suara buruh tidak akan tertuju pada incumbent Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 nanti.

Said juga menjelaskan bahwa kekecewaan para buruh terhadap Presiden Joko Widodo bukan hanya terkait permasalahan Perpres No 20 2018 mengenai tenaga kerja asing dan banyaknya jumlah TKA China namun juga karena permasalahan kesejahteraan buruh.

” Meskipun Perpres tersebut tidak ada, para buruh juga tidak akan lari suaranya ke Jokowi pada Pilpres 2019″ ungkap Said seperti dilansir dari Cnnindonesia.com

” Persoalan mengenai TKA dari luar ini sudah diangkat sejak 2 tahun lalu karena akan memberikan dampak sosial ekonomi dimana dalam hal tersebut nasib buruh terancam”

Menurut Said, bukan hanya buruh kasar yang nasibnya terancam dengan adanya Perpres tersebut namun para pekerja lokal yang berlabel Skilled Worker juga terancam nasibnya.

” Tenaga Kerja kita di luar negeri sering mengalami masalah administrasi tapi tapi kok sekarang TKA China begitu mudahnya masuk Indonesia dengan bebas visa” tambahnya

Terkait Perpres, Said membandingkan kondisi TKI di luar negeri yang disebutnya seringkali mendapat kesulitan dalam mengurus administrasi dengan kondisi di Indonesia yang nantinya akan memudahkan TKA dalam mengurus administrasi.

Baca Juga : Menakar Menaker – Yusril Ihza Mahendra VS Hanif Dhakiri

Dalam kesempatan tersebut Said juga menjelaskan urgensi dari pembentukan Pansus TKA yang akan melakukan investigasi terhadap permasalahan mengenai jumlah pekerja kasar asing di Indonesia

Sebelumnya menjadi perdebatan akibat perbedaan data yang dimiliki oleh pemerintah dan beberapa lembaga seperti dari kelompok buruh dan juga Ombudsman.

Bahkan pihak pemerintah beranggapan bahwa isu TKA hanya sebuah Politisasi Isu yang sengaja digulirkan jelang Pilpres.

Perbedaan data tersebut pun bisa dikatakan cukup menonjol,  pihak pemerintah mengatakan hanya ada sekitar 85 ribu pekerja yang memiliki ketrampilan khusus (Skilled Worker) di Indonesia sementara data dari kelompok buruh menyebutkan ada 157 ribu pekerja asing yang berlabel (Unskilled Worker).

Bentuk kekecewaan kaum buruh terhadap pemerintah akan disampaikan pada 1 Mei nanti yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (May Day).

Diperkirakan ribuan buruh dari berbagai daerah akan mendakan protes besar-besaran terhadap Presiden Joko Widodo guna memperjuangkan hak-haknya.

 

 

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.