Press "Enter" to skip to content

Peluang Jusuf Kalla Kembali Dampingi Jokowi

  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares
Peluang Jusuf Kalla Kembali Dampingi Jokowi

Meski suara terakhir di tubuh Partai Golkar bakal mengusung Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto sebagai cawapres yang akan mendampingi Jokowi, namun penilaian publik berbeda, yaitu dengan tetap memandang Politikus Senior Golkar, Jusuf Kalla sebagai pendamping ideal Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Kepercayaan publik terhadap Jusuf Kalla tersebut dapat dilihat dari hasil survey Litbang Kompas yang menempatkan Ketua Palang Merah Indonesia ini di posisi pertama dengan memperoleh suara dari responden sebanyak 15,7 persen. JK bahkan didukung oleh mayoritas pendukung Jokowi yaitu sebanyak 66,2 persen atau hanya 29,8 persen saja dari pendukung Jokowi yang tidak lagi menghendakinya.

Dukungan dari publik tersebut juga dikuatkan oleh apresiasi yang diberikan para elite partai PDI-P yang memandang JK sebagai figur dengan kualifikasi yang lngkap, sehingga sulit bagi koalisi partai pendukung Jokowi untuk mencari cawapres yang kualitasnya setara dengan Jusuf Kalla.

Ketua DPP PDI-P, Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa dengan latar belakang enterpreneur, saudagar, mempunyai jaringan kuat dari sisi sosial dan keislaman serta mempunyai pengalaman dan jam terbang yang tinggi, ditambah sikapnya yang pragmatis dan cekatan dalam mencari solusi permasalahan, membuat JK menjadi figur dengan kualifikasi yang lengkap sehingga sulit untuk mencari figur yang dapat menyamainya.

Pendapat senada juga disampaikan Ahmad Basarah, Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P. Basarah menilai, JK memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai wapres, serta merupakan figur yang paling ideal untuk mendampingi kembali Joko Widodo dalam Pilpres 2019 nanti.

“Tidak hanya PDI-P, parpol yang lainpun saya rasa memiliki pemikiran yang sama bahwa Pak JK merupakan figur yang ideal sebagai wapres Pak Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti karena kapasitas dan kapabilitasnya memang tidak diragukan,” ungkap Sekjend PDI-P ini.

Namun demikian harapan publik dan juga para politisi PDI-P tampaknya sulit untuk dapat diwujudkan karena terganjal oleh aturan yang tertuang dalam UUD 1945 Pasal 7 yang menyatakan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan.

Sebagaimana diketahui, Jusuf Kalla pernah menjabat sebagai wapres pada periode 2004 – 2009 mendampingi Soesilo Bambang Yudhoyono dan setelah posisinya digantikan oleh Budiono, 5 tahun berikutnya JK mendampingi Jokowi sebagai wapres periode 2014 – 2019.

Jeda waktu satu periode itulah yang kemudian diperdebatkan para pakar hukum tata negara tentang boleh-tidaknya JK mencalonkan kembali sebagai wapres dalam Pilpres 2019 yang akan datang.

“Kita lihat saja nanti dinamika politik hukum yang berkembang menjelang pemilihan wapres oleh Pak Jokowi dan para Ketua Umum parpol yang berkoalisi dengan PDIP. Hanya saja wewenang konstitusional menurut saya tetap pada MK,” kata Basarah. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *