Press "Enter" to skip to content

Sosok Soekarno Ada di Balik Hijaunya Padang Arafah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Jemaah Haji di Padang Arafah Tahun 1953

Sosok Soekarno memang dikenal tegas, tetapi ia pun berhati lembut dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Kepeduliannya ditunjukkan dengan menyulap Padang Arafah yang gersang menjadi lebih hijau dan asri.

Jika sebelumnya Anda sudah pernah mendengar kisah Soekarno yang memberikan ide cemerlangnya untuk Masjidil Haram maka kisah ini sudah tak asing lagi. Namun, bagi Anda yang belum pernah mendengar sama sekali, simak kisah selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Ada sosok Soekarno dibalik renovasi Masjidil Haram

Soekarno dan Padang Arafah

Arab Saudi merupakan salah satu negara di dunia yang sebagian besar wilayahnya berupa gurun pasir. Tak heran jika suhu udaranya mencapai 50 derajat celcius di siang hari. Dapat Anda bayangkan? Panasnya begitu menyengat hingga membuat kulit terasa seperti terbakar.

Di tahun 1955, saat Soekarno melaksanakan ibadah haji, Padang Arafah masih berupa gurun yang tandus. Tidak ada tanaman satu pun. Benar-benar pemandangan yang kurang menyejukkan mata.

Barangkali, hal itulah yang membuat Soekarno memiliki keinginan kuat untuk menghijaukan Padang Arafah. Dalam benaknya, Soekarno sudah memiliki solusi cerdas yang sulit untuk ditolak pemerintah Arab Saudi.

Berbekal kepercayaan diri yang tinggi, Soekarno menemui Raja Arab yang kala itu dipimpin oleh Saud bin Abdulaziz al Salad. Dalam pertemuan tersebut, Soekarno mengusulkan agar pemerintah Arab Saudi bersedia untuk menghiasi Mekkah dengan pepohonan rindang.

Bukan pohon biasa, melainkan pohon yang tahan dengan cuaca panas, yakni pohon Mindi. Pohon Mindi, Melia Azedarach merupakan pohon bercabang yang dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis.

Di Indonesia pohon ini banyak ditemukan di Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, dan Papua. Selain daya tahannya yang baik, pohon ini pun cepat tumbuh. Hanya dalam jangka waktu dua tahun saja, tinggi pohon Mindi bisa mencapai empat hingga lima meter.

Ide Cemerlang Soekarno Diapresiasi dengan Baik bahkan Menginspirasi

Sesuai dengan keyakinan Soekarno, gagasan tersebut diterima dengan baik malahan pemerintah Arab Saudi langsung menyiapkan lahan khusus untuk ditanami pohon mindi dengan luas sekitar 1250 hektar.

Kabarnya, sejak jauh hari, sebelum Soekarno bertolak menuju Tanah Suci, ia telah menyiapkan bibit pohon Mindi. Bahkan setelah ia kembali ke tanah air, Soekarno pun mengirimkan ribuan bibir pohon Mindi sekaligus ahli tanaman dari Indonesia untuk memudahkan proses penanaman pohon.

Baca juga: Jasa-jasa Soekarno Pada Dunia

Masukan Soekarno kala itu telah menginspirasi seorang pengusaha Arab, Abdul Rahman Fakieh menggagas penanaman pohon di Padang Arafah melalui proyek kesejahteraan wakaf (endonment).

Berkat ide tersebut, kini Padang Arafah tak lagi tandus. Sejauh mata memandang banyak hamparan pohon hijau yang rindang. Sangat menyegarkan mata. Tak berlebihan rasanya jika pemerintah Arab Saudi memberikan penghargaan khusus pada presiden pertama Indonesia dengan mengabadikan nama Soekarno sebagai nama pohon yang ditanamnya.

Jadilah, nama pohon Mindi yang kini menghiasi Padang Arafah lebih dikenal dengan nama pohon Soekarno. Berkat Sosok Soekarno, Jemaah haji yang menunaikan ibadah tidak lagi kepayahan karena panas yang menyengat. (efs)

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *