Press "Enter" to skip to content

Kritik Jokowi, Dijerat Pasal Berlapis!

  • 85
  •  
  •  
  •  
  •  
    85
    Shares
Kritik Jokowi, Dijerat Pasal Berlapis!

Setelah melalui pemeriksaan selama 8 jam, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Hasby Yusuf, yang juga Sekretaris Wilayah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam), ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian. Pihak Kepolisian menjeratnya dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 65, Pasal 207 KUHP dan Pasal 45 huruf a Juncto Pasal 28 Undang-Undang ITE.

Menurut Iskandar Sangaji, Kuasa Hukum dari Hasby Yusuf, pemeriksaan yang dilakukan pihak Kepolisian seputar ujaran kebencian terkait kritikan yang disampaikan Hasby terhadap Presiden Joko Widodo yang membagi-bagikan sembako.

Kritikan tersebut dilayangkan melalui media sosial twitter pada bulan Agustus 2017 lewat akun twitter @HasbyYusuf3. Dalam cuitannya, Hasby menulis, “Bagi-bagi sembako menjelang pilpres menunjukkan rendahnya kualitas Kepala Negara. Cukup Pak Kades yang bagi-bagi sembako. Kepala Negara urusannya stok pangan nasional bukan tas kresek.”.

Hasby yang juga Ketua Umum BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia), tidak membantah bahwa akun twitter tersebut miliknya dan dia pula yang menulis cuitan yang membuatnya dituduh menyebarkan ujaran kebencian.

Namun, menurutnya apa yang dia tulis itu merupakan bentuk dari ekspresi dan kebebasan berpendapat yang dalam UUD 1945 dijamin kebebasannya bagi setiap waarga negara. “Pada prinsipnya saya tidak bermaksud menyudutkan satu dengan yang lain. Saya hanya ingin menyampaikan pendapat. Itu sebabnya, apapun proses hukum yang akan diambil, saya siap, dan biarkan pengadilan nanti yang akan membuktikannya,” kata Hasby.

Hasby juga menambahkan bahwa cuitannya di twitter sama sekali tidak mengarah pada SARA dan tidak ada upaya untuk mendiskreditkan golongan tertentu, melainkan hanya sebuah kritik terhadap pemerintahan yang tujuannya bukan untuk menyudutkan, melainkan kritik yang membangun.

Baca juga: Pemilu Kian Dekat, Ulama Didekati, Habib Rizieq jadi Idola Politisi

Menanggapi kasus yang menjerat Hasby Yusuf, ungkapan keprihatinan disampaikan Musni Umar, Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta. Dalam cuitannya di twitter pada 29/4/2018, Musni menulis “Sebagai sosiolog saya amat prihatin Hasby Yusuf,dosen Univ. Khairun Maluku Utara yang juga sekretaris Korps Alumni HMI dijadikan tersangka karena mengeritik Jokowi bagi-bagi sembako.”

Menurut sosiolog ini, kritik justru sangat diperlukan agar roda pemerintahan dapat berjalan sesuai dengan jalurnya. Apabila kritik dibungkam, maka yang terjadi, sejarah kelam akan terulang.

Hasby sendiri dalam menghadapi kasus yang menjeratnya hanya bisa pasrah dan masih percaya kepada para penegak hukum. “Serusak apapun penegakan hukum di negeri ini, saya percaya cahaya keadilan masih bersinar pada diri para penegak hukum.”.

Dia juga  mnambahkan, “Tidak ada kekuatan yang lebih hebat dari kekuatan Allah. Itu yang membuat saya yakin dalam menghadapi kasus ini. Sampai kapanpun saya hanya berpihak pada agama dan membela agama, para habaib dan para ulama,”ungkap Hasby dengan tegas. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.