Press "Enter" to skip to content

5 Kesalahan Fatal Panitia Penyelenggara Pembagian Sembako di Monas

  • 4
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares
Pembagian Sembako

Pembagian Sembako dalam Aksi Untukmu Indonesia yang digelar oleh Forum Untukmu Indonesia (FUI) pada 28 April 2018 di Monas berakhir duka. Pasalnya, acara yang kabarnya sudah dilarang oleh Pemerintah DKI Jakarta mengakibatkan dua orang anak, yakni Mahesa Junaedi (12) dan Adinda Rizki (10) tewas.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan bahwa panitia penyelenggara tidak hanya mengabaikan larangan, tetapi juga telah melakukan sejumlah pelanggaran berat lainnya.

“Sekarang sudah jelas terklarifikasi bahwa ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh panitia penyelenggara,” kata Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta seperti dikutip okezone.com.

Kesalahan Panitia Penyelenggara Pembagian Sembako

Adapun pelanggaran tersebut, di antaranya sebagai berikut.

  1. Menggunakan Nama Pemprov DKI

Panitia penyelenggara diketahui menggunakan logo Pemprov DKI Jakarta tanpa izin untuk menarik perhatian massa.

  1. Panitia Sebut Tak Ada Pembagian Sembako

Pemprov DKI sudah melarang keras adanya kegiatan bagi-bagi sembako sejak awal. Namun, di lapangan panitia penyelenggara justru melanggara kesepakatan tersebut.

  1. Panitia Tak Bertanggung Jawab

Pemprov DKI menyayangkan tindakan panitia penyelenggara yang tidak menjaga kebersihan dan keasrian kawasan Monas. Hal ini dibuktikan dari banyaknya sampah bertebaran di sepanjang jalan.

  1. Mengabaikan Kenyamanan Pengunjung

Forum Untukmu Indonesia tidak memedulikan kenyamanan pengunjung yang datang ke Monas. Bahkan, koordinasi panita penyelenggara sangat buruk dan amburadul. Hal inilah yang memicu kerusuhan saat pembagian sembako berlangsung.

  1. Panitia Tak Ikut Serta Dalam Menciptakan Ketertiban

Panitia penyelenggara tidak aktif berperan dalam menciptakan ketertiban. Di mana seharusnya penyelenggara lebih aktif untuk menciptakan suasana yang kondusif. Panitia penyelenggara kewalahan saat masyarakat yang hadir membludak.

“Pada akhirnya Monas dikunjungi lebih dari 350 ribu orang dan tentunya karena tidak ada koordinasi akhirnya macet luar biasa. Keadaan lingkaran ini sangat berbahaya karena lalu lintas sama sekali tidak bergerak. Kejadian seperti ini tentunya harus menjadi koreksi semua pihak termasuk kami untuk memastikan ini tidak terulang,” kata Sandiaga Uno.

Baca juga: Kronologi Berdarah Tewasnya 2 Anak Pada Perayaan Paskah di Monas

Dalam acara tersebut, dua orang anak menjadi korban. Keduanya diketahui ikut berdesakan saat pembagian sembako berlangsung. Dugaan sementara, penyebab kematian

Hingga saat ini kasus pembagian sembako yang diselenggarakan oleh Forum Untukmu Indonesia masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian. (efs)

 

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.