Press "Enter" to skip to content

Perayaan May Day di Yogyakarta Diwarnai Tulisan “Bunuh Sultan”

  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares
Bunuh Sultan
Hari Perayaan May Day Diwarnai Tulisan “Bunuh Sultan”

Perayaan May Day di Yogyakarta pada Selasa (01/05/2018) diwarnai aksi vandalisme “Bunuh Sultan” dan pelemparan bom molotov ke Pos Polantas pertigaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Hal tersebut memicu kemarahan warga Yogyakarta.

Pada mulanya, warga tidak memedulikan aksi pendemo yang tengah menggelar aksinya di sekitar lokasi. Namun, ketika massa mulai melakukan aksi vandalisme, mencoret tembok dengan tulisan “Bunuh Sultan” di sejumlah tempat, seperti di pagar spanduk iklan, tembok, dan badan bus, warga tak dapat menahan kemarahannya.

Warga tidak terima orang yang paling dihormati di Yogyakarta tersebut mendapatkan penghinaan. Warga yang terbakar emosi lantas melakukan penyerangan dan pemukulan pada sejumlah massa.

Hari Perayaan May Day Diwarnai Tulisan “Bunuh Sultan”

Ketua Sekretariat Bersama Keistimewaan Yogyakarta, Widihasto Wasana Putra menilai aksi yang dilakukan pendemo saat May Day sudah berlebihan dan tidak beretika.

“Tulisan sangat provokatif dan tidak sesuai etika budaya masyarakat. Persekusi terhadap Ngarso Dalem. Sobekan baliho (yang mengancam Sultan) kami simpan sebagai bukti jika diperlukan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Widihasto seperti dikutip tempo.co.

Aksi yang dilakukan pendemo May Day sangat layak untuk diusut oleh pihak kepolisian hingga tuntas. Pasalnya, tidak hanya menghina Sultan, melainkan juga telah mengusik ketenangan warga Yogyakarta.

“Sangat mengusik kenyamanan warga. Pasti itu dilakukan warga luar yang hendak memaksakan adanya konflik di Yogya,” ujarnya.

Widihasto pun memastikan bahwa Sekber siap untuk melawan siapa saja yang berani melakukan aksi serupa.

“Sekber Keistimewaan DIY selalu siap menghadapi aksi-aksi sepihak yang menyerang duet kepemimpinan sah di DIY, yakni Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam X,” tegasnya.

Reaksi Warga Yogyakarta dan Sri Sultan Hamengku Buwono X Terkait Tulisan “Bunuh Sultan”

Warga Yogyakarta masih merasakan kekesalannya terkait aksi vandalisme “Bunuh Sultan” tersebut. Melalui akun twitternya, sejumlah warga Yogyakarta pun mengeluarkan unek-uneknya.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar masyarakat tidak terpancing aksi anarkis yang dilakukan oleh sejumlah oknum pada saat perayaan May Day. Sultan menyakini bahwa tindakan vandalisme “Bunuh Sultan” dan aksi pelemparan bom molotov  ada kaitannya dengan pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo.

Baca juga: Ini Kesalahan Fatal Panitia Forum Untukmu Indonesia Pada Perayaan Paskah di Monas!

“Saya kira kalau mahasiswa enggak ya. Ya kepentingannya, kepentingan Kulon Progo (Bandara NYIA) saja. Masyarakat saya kira jangan terpancing oleh provokasi. Ya tenang sajalah,” kata Sultan.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.