Press "Enter" to skip to content

Cikal Bakal Perguruan Tinggi di Indonesia

  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares
Gedong Dokter-Djawa School

Masih dalam suasana memperingati Hari Pendidikan Nasional, menarik rasanya jika menelusuri sejarah tentang cikal bakal Perguruan Tinggi di Indonesia yang dalam perjalanan waktu melahirkan founding fathers, pemimpin-pemimpin di Indonesia dan tokoh-tokoh penting yang ikut menentukan arah bangsa dan negeri ini.

Munculnya lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, bermula dari tingginya tingkat kebutuhan akan tenaga kesehatan pada masa pemerintahan kolonial, sehingga Belanda pada tahun 1849 mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dengan nama Dokter Djawa School di Batavia.

Lembaga pendidikan ini diperuntukkan bagi mereka yang tertarik untuk mendalami ilmu kedokteran, meski pada akhirnya lulusan Dokter Djawa School ini hanya dijadikan tenaga mantri kesehatan.

Pada tahun 1898 Sekolah Tinggi ini berubah nama menjadi STOVIA (School of Medicine for Indigenous Doctors) yang juga dikenal dengan sebutan School tot Opleiding van Indische Artsen.

Setelah sukses mendirikan Sekolah Tinggi bagi calon dokter, pemerintah kolonial selanjutnya membangun 4 Sekolah Tinggi lainnya yang tersebar di beberapa tempat di Pulau Jawa. Keempat Sekolah Tinggi tersebut adalah Technische Hoogeschool te Bandoeng atau Fakultas Tekhnik pada tahun 1920, Recht Hoogeschool atau Fakultas Hukum di tahun 1924 yang bertempat di Batavia, Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte atau Fakultas Sastra dan Kemanusiaan di Batavia tahun 1940 serta Faculteit van Landbouwweteschap atau Fakultas Pertanian di Bogor.

Kelima Sekolah Tinggi itulah yang menjadi pondasi dalam mendirikan Nood-Universiteit atau Universitas Darurat pada tahun 1946, dan setelah berganti nama beberapa kali, akhirnya diberi nama Universiteit Indonesia pada tahun 1950.

Seiring dengan berjalannya waktu, Universitas tersebut membentuk beberapa fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran, Sastra dan Filsafat serta Hukum di Jakarta, Fakultas Pertanian di Bogor, Fakultas Tekhnik di Bandung, Fakultas Ekonomi di Makassar dan Fakultas Kedokteran Gigi di Surabaya.

Selanjutnya, sepanjang tahun 1954 – 1963, seluruh fakultas yang berada di luar Jakarta, berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih besar lagi yaitu universitas-universitas yang berdiri secara terpisah. Rentang waktu selama satu dasa warsa itulah yang menjadi titik awal berdirinya Universitas Negeri di seluruh penjuru Indonesia.

Sementara itu, untuk fakultas-fakultas yang berlokasi di Jakarta, menjadi satu kesatuan di bawah naungan Universiteit Indonesia yang kemudian dikenal dengan nama Universitas Indonesia.

Universitas Indonesia sendiri, awalnya tidak berada di satu lokasi yaitu di Depok sebagaimana yang ada sekarang. Sebelum tahun 1987, UI tersebar di 3 tmpat yaitu di Rawamangun, Pegangsaan Timur dan Salemba.

Demikian sejarah singkat tentang cikal bakal Perguruan Tinggi di Indonesia, sebelum akhirnya berkembang dan kini menjadi 122 lembaga Perguruan Tinggi Negeri dan 3.136 Perguruan Tinggi Swasta. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *