Press "Enter" to skip to content

Burnley Kuda Hitam Baru Liga Inggris!

  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
Pelatih Burnley Sean Dyche

Penampilan Burnley di bawah arahan Sean Dyche pada Premier League musim ini memang banyak membuat orang terkejut, saat diprediksi hanya akan bersaing di papan bawah, Burnley malah menjadi kuda hitam dan berpeluang finish di urutan 7 pada akhir kompetisi tepat di bawah 6 tim raksasa Liga Inggris.

Pada Premier League musim 2017 Burnley hanya mampu menduduki posisi 16 dari 20 kontestan kasta tertinggi sepakbola Inggris tersebut.

Tak heran jika tim yang bermarkas di Lancashire ini banyak dijagokan akan terdegradasi atau hanya akan meramaikan persaingan di papan bawah.

Apalagi mereka dipastikan akan kehilangan bek sekaligus bintang utama tim Michael Keane yang memilih hijrah ke Everton.

Namun nyatanya pihak yang memprediksi Burnley hanya akan berada di papan bawah atau terdegradasi terpaksa harus melihat Nicklas Pope dan kawan-kawan berada di posisi 7 hingga pekan ke 36 ini.


Anomali yang terjadi pada Burnley bukan hanya masalah mampu menjadi penantang utama The Big 6 Premier League saja karena mereka juga menjadi salah satu tim yang paling sedikit dalam urusan menjebol gawang lawan.

Hingga saat ini mereka hanya mampu menyarangkan bola sebanyak 35 kali. Jumlah gol yang lebih layak menggambarkan kualitas penyerangan tim papan bawah daripada tim yang ada di peringkat ke 7.

Baca Juga : Siapa Peraih Ballon d’Or 2018?

Meskipun menjadi 5 tim terendah dalam masaah mencetak gol, Burnley memiliki pertahanan yang sangat kokoh. Terbukti mereka hanya kebobolan 37 gol hingga saat ini, jumlah tersebut merupakan yang tersedikit nomor 5 dari 20 tim.

Kokohnya pertahanan Burnley tidak lepas dari duet di jantung pertahanan tim yang bermarkas di Turf Moor ini yang digalang James Tarkowski dan Ben Mee.

Takowski bahkan sudah dihadiahi debut bersama Timnas Inggris saat melawan Italia sebagai ganjaran performa briliannya dalam menggalang pertahanan Burnley.

Sepeninggal Michael Keane yang hijrah ke Everton, pertahanan Burnley diprediksi akan menjadi lumbung gol tim lain namun nyatanya mereka malah menjadi tim paling solid.

Faktor lain yang tak kalah penting berasal dari sang pelatih Sean Dyche.

Sean Dyche telah berada di balik kursi kepelatihan Burnley sejak 2012, dengan catatan 2 kali membawa tim berjuluk The Clarets promosi dan sekali harus mengalami degradasi.

Dalam menjalani fluktuasi performa yang dialami selama beberapa tahun terakhir ini, manajemen tak sedikitpun menaruh rasa tak percaya pada Sean Dyche terutama kala harus terdegradasi pada tahun 2015 lalu.

Hasilnya kini bisa dilihat Sean Dyche mampu menancapkan filosofi sepakbolanya yang sangat mendewakan pertahanan serta kedalaman lini tengah dengan sempurna ke Burnley layaknya Murizzio Sarri di Napoli atau Sir Alex Ferguson di Manchester United.

Sangat menarik untuk melihat kiprah Burnley di musim depan, akankah tim yang telah berusia 135 tahun ini akan menjadi penantang baru bagi anggota The Big Six atau performa musim ini hanya kejutan semusim?

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *