Press "Enter" to skip to content

Temuan Menarik LIPI dalam Kajian Isu Serbuan TKA China ke Indonesia

  • 29
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares
investas atau invasi?
TKA China sebuah investas atau invasi?

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ikut melakukan kajian terhadap isu tenaga kerja asing (TKA) asal China yang membanjiri Indonesia. Salah satu temuan dari LIPI menyebutkan bahwa bertambahnya TKA asal China seiring dengan meningkatnya investasi China di Indonesia. Hal tersebut masih masuk akal dikarenakan pemerintah China mempunyai kebijakan bahwa setiap penanaman investasi di luar negeri harus diikuti dengan ekspor tenaga kerja. Misalnya, kebijakan Law of the control of the wxit and entry citizens pada tahun 1086. Tujuan dari kebijakan tersebut adalah mengatasi persoalan kelebhan angka tenaga kerja di China.

China memang mengimingi dengan investasi bernilai besar, tetapi salah satu syaratnya adalah memperbolehkan tenaga kerja miliknya bekerja pada proyek-proyek investasi tersebut. Menurut Peneliti Migrasi Tenaga Kerja Internasional PSDR LIPI, Rudolf Yuniarto kebijakan yang dikeluarkan oleh China tersebut tidaklantas disetujui banyak negara. Ada juga yang menolaknya dengan alasan tertentu. Misalnya, negara India yang menolak proyek Jalur sutra Baru yang dicetuskan oleh Presiden China Xi Jinping untuk meningkatkan perdagangan dengan banyak negara, terutama di kawasan tersebut.

“India khawatir investasi yang dilakukan perusahaan dan bank China akan membebani utang negara dan stabilitas tenaga kerja lokal” jelasnya di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, (8/5/2018).

Rudolf menambahkan, negara-negara Eropa juga menolak masuknya investasi dari China. Mungkin negara-negara curiga proyek investasi yang dilakukan China hanya untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan yang didirikan proyek tersebut. Jika hal itu benar-benar terjadi, negara-negara barat akan bertambah sulit mengaturnya. Terutama dalam berbagai bidang yang terimbas dampak dari investasi China tersebut.

LIPI juga menemukan hal menarik lainnya dalam penelitian terkait serbuan TKA asal China ini. Ternyata, jumlah TKA China dengan nilai investasinya tidak sebanding dengan nilai investasi yang digelontorkan Sngapura beserta TKA-nya. Diketahui bahwa data dari BKPM dan Kemenaker tahun 2016 yang sudah diolah LIPI menunjukkan jumlah investasi dari Singapura mencapai US$7,17 miliar dengan jumlah TKA asal Singapura sebanyak 1.700 orang. Sementara itu, China yang berinvestasi di Indonesia hanya sebesar US$2,6 miliar, tetapi ikut membawa serta TKA-nya mencapai 21.300 orang asal China.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.