Press "Enter" to skip to content

Denyut Risau Industri Kerajinan Sepatu Cibaduyut di Tengah Persaingan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sepatu Cibaduyut
Sepatu Cibaduyut ditengah terjangan pasar global

Industri kerajinan sepatu Cibaduyut pernah mencecap masa kejayaannya yang manis. Pada saat itu sepatu Cibaduyut merupakan primadona yang dipakai orang-orang dengan bangga. Namun nampaknya kini kejayaan itu tengah meredup karena arus persaingan yang semakin ketat sehingga industri sepatu yang dibanggakan kota Bandung ini tak lagi sesukses dahulu.

Tentunya ini merupakan perkara yang serius. Hasil pekerjaan tangan lokal harus diperhatikan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, dan tentunya dalam mengedepankan produk-produk hasil karya bangsa sendiri yang memiliki ciri khas dan nilai yang lebih untuk menarik perhatian wisatawan luar.

Kualitas dan harga yang terjangkau masih menjadi modal utama sepatu Cibaduyut. Karenanya, kerajinan ini harusnya mampu bersaing di pasar global. Namun ada banyak faktor lain yang membuat industri alas kaki ini tak sejaya dahulu.

Dalam beberapa tahun belakangan, sepatu Cibaduyut terimbas oleh datangnya sepatu-sepatu impor yang lebih diminati oleh orang-orang saat ini. Baik sepatu impor asli maupun replika yang datang ke Indonesia dengan gencar. Ini merupakan tantangan serius, para pengusaha harus bekerja sama dengan pemerintah untuk meredam serbuan sepatu impor.

Baca juga: Rakyat, “Beri Aku 10 Tukang Sablon, Maka Akan Ku Guncang Istana!”

Strategi pemasaran sepatu Cibaduyut harus dibenahi dan pemerintah harus terjun dalam rangka membangkitkan kembali salah satu ikon kebanggaan kota Bandung. Persaingan dalam perdagangan sepatu akan terus ada dan sentra sepatu Cibaduyut membutuhkan bantuan nyata pemerintah.

Selain itu, masalah lain yang dihadapi adalah mengenai berkurangnya jumlah pengrajin. Perlu pemberdayaan dan regenarasi pengrajin guna mengusahakan usaha lokal ini tetap hidup di tengah arus persaingan yang semakin garang.

Dahulu kawasan Cibaduyut yang terletak di dekat terminal bus Leuwi Panjang ini ramai pengunjung. Namun kini semakin sepi. Karena pengunjung sepi, banyak pengusaha yang gulung tikar dan beralih menjadi kuli sepatu saja alih-alih memiliki usahanya sendiri.

Dibutuhkan banyak persiapan untuk kembali menggeliatkan usaha sepatu Cibaduyut. Bagaimana kerajinan alas kaki ini harus tetap bertahan dan jangan sampai hilang karena kalah oleh persaingan. Tentunya kita berharap industri alas kaki yang melegenda di Bandung ini mampu bangkit dan meraih kembali kejayaannya.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *