Press "Enter" to skip to content

AA Gym “Tidak Ada Agama Manapun yang Membenarkan Teroris”

  • 25
  •  
  •  
  •  
    25
    Shares
AA Gym
K.H Abdullah Gymnastiar

Teror kembali aksi teror kembali bergejolak, setelah drama penyanderaan berujung kematian di Mako Brimob, kini terjadi aksi serupa di Surabaya. Sasaran tiga gereja di Surabaya dan Mapolresta Surabaya, bukan hanya terjadi ledakan namun menimbulkan korban.

Aksi bom di halaman Mapolresta Surabaya, bahkan menelan korban jiwa satu keluarga. Ayah, ibu dan dua orang anak, sedangkan korban selamat adalah anak kecil yang terlempar saat terjadi ledakan bom tersebut.

Motifnya tetap bom bunuh dini yang dilakukan saudara Dita dan keluarganya, terdiri dari istri dan dua anak, laki-laki dan perempuan. Sedangkan pelaku bom gereja di Jalan Arjuna, merupakan Anton yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Dita. Keduanya bahkan pernah berkunjung ke lapas napi terorisme pada tahun 20016 lalu.

Menanggapi hal tersebut, tokoh ulama, Abdullah Gymnastiar atau lebih akrab disapa Aa Gym, memberikan seruan keras di akun twitter miliknya. bertajuk ” tidak ada agama manapun yang membenarkan teroris”, video berdurasi satu menit tersebut berisi, mengutuk dan mengecam keras akibat terjadi pengeboman di tempat ibadah.

Bahkan kembali menegaskan bahwa islam merupakan agama pembawa rahmat bagi seisih alam, yang tidak membenarkan perilaku kejam dan keji seperti itu. Dalam video juga berisi ucapan bela sungkawa kepada semua korban jiwa akibat tindakan terorisme tersebut.

Bukan hanya itu saja, Aa Gym juga menghimbau pada semua masyarakat agar bisa bersatu padu untuk memerangi terorisme. Untuk penegak hukum bisa berlaku adil agar negara ini bebas dari teror, bahkan khususnya umat muslim agar lebih mendekatkan diri pada Allah, karena Dia pelindung terbaik.

Himbauan ini mendapatkan banyak respons positif dari masyarakat, dimana sudah terjadi banyak sekali aksi terorisme mendekati bulan ramadhan, untuk itu Aa Gym kembali mengajak semua masyarakat untuk bersatu dan menolak tindakan terorisme.

Postingan bertajuk “kami rindu ramadhan” nampaknya mewakili semua isi hati masyarakat, jika islam bukan teroris dan tidak ada aksi teror berlatar belakang agama. Ini akan jadi menenangkan situasi yang kurang kondusif akhir-akhir ini, bahkan menjatuhkan sistem ekonomi dengan terjadinya lonjakan nilai tukar rupiah.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.