Press "Enter" to skip to content

Kasus Bom Surabaya Tuntas Kilat, Kasus Terror Novel Baswedan Kapan Tuntas?

  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares
Kasus Novel Baswedan
Kasus Penyiraman Air Keras Ke Novel Baswedan Menunggu Penyelesaian

Bukan hanya Indonesia saja, tetapi dunia dikagetkan dengan kasus terorisme yang melakukan pengeboman di tiga gereja dalam waktu hampir bersamaan, Minggu (13/8) pagi. Polisi bergerak cepat dan dalang dari pelaku aksi terorisme tersebut sudah ketahuan. Polri yang bekerja sama dengan TNI dan didukung BIN segera melakukan operasi penangkapan para terduga teroris dari berbagai pelosok wilayah Indonesia.

Masyarakat Indonesia sepertinya bersatu mendukung aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus terorisme tersebut. Namun demikian, sebuah kasus teror yang tidak kalah biadabnya hingga sekarang masih belum terungkas oleh pihak kepolisian. Kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Sudah lebih setahun berlalu sejak kejadian teror tersebut, tetapi pihak kepolisian belum bisa menangkap pelaku penyiraman air keras tersebut.

Sebuah cuitan bernada sindiran dari Hakim Nika Suyudi di @shakim52 cukup menggelitik untuk disimak. “Alhamdulillah, pelaku dari kasus pengeboman kemarin sudah ketahuan. Salut untuk Polri. Semoga kasus lain juga bisa lebih cepat terpecahkan dan terselesaikan, seperti halnya kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan yang sudah setahun lebih belum juga terungkap. Amin.”

Hakim Nika Suyudi menjadi salah satu orang di antara banyak pihak yang bertanya-tanya sendiri dan membandingkan penanganan kasus terorisme beserta aksi pengebomannya dengan aksi teror yang menimpa Novel Baswedan. Jika dilihat dari jenis kasusnya, sudah pasti sama yaitu aksi teror. Hanya latar belakang kasusnya hingga dapak yang ditimbulkan dari aksi teror tersebut berbeda. Aksi teror pengeboman seperti di Surabaya kemarin tentu coverage-nya lebih luas dengan korban hingga meninggal dunia. Kasus teror yang menjadi perhatian dunia, sehingga mau tidak mau pihak kepolisian harus serius dan segera menuntaskannya. Berbeda dengan kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan, yang aksi terornya hanya melukai sepasang mata korbannya tanpa mengakibatkan korban meninggal dunia.

Itulah sedikit perbandingan dua kasus teror yang seharusnya pihak kepolisian mampu menuntaskannya. Jika kasus teror pengeboman saja mampu diketahui pelakunya beserta dalangnya dengan cepat dengan melakukan penangkapan-penangkapan, maka kasus penyiraman air keras Novel Baswedan sudah seharusnya lebih mudah mengungkapnya. Minimal menangkap pelaku penyiraman air kerasnya di lapangan. Jangan perbandingan kasus aksi teror ini memperburuk citra Polri yang terkesan pilih kasih dalam menangani kasus teror. Bahkan, rekomendasi dari banyak pihak mengenai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kaitannya dengan kasus yang menimpa Novel Baswedan, hingga sekarang tidak digubris oleh Presiden Jokowi.

Sumber referensi : Liputan6.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.