Press "Enter" to skip to content

Kementrian Agama Gelar Sidang Isbat Awal Ramadhan Sore Ini

  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

Persiapan penetapan awal puasa ramadhan 1438H, Kementrian Agama akan menyelenggarakan sidang isbat secara tertutup pada Selasa (15/05/2018) sore ini. Berbeda dengan Muhammadiyah yang sudah membuat pengumuman resmi, bahwa akan memulai awal puasa pada Kamis, 18 Mei 2018.

Masyarakat kini sudah mengerti, mengapa muncul perbedaan penetapan awal puasa dan 1 syawal oleh pemerintah dan beberapa organisasi masyarakat (ormas) agama, karena menggunakan metode yang berbeda. Namun pemerintah berharap, adanya perbedaan ini tidak memecah belah bangsa, semua orang harus menghormati keputusan untuk mengikuti sesuai keyakinan.

Dilansir dari website resmi kemenag.co.id, bahwa menyebutkan jika sidang isbat untuk menetapkan awal ramadha 1438H akan dilaksanakan pada hari Selasa, 15 Mei 2018 bertempat di Auditorium HM. Rajidin, Kementria Agama RI.

Menurut Juraidi yang merupakan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, menuliskan hal tersebut untuk memberikan panduan untuk imbauan pada masyarakat luas, kapan akan dimulai puasa pada 1438 H.

Menggunakan metode Rukyah, sidang isbat akan dimulai dari pukul 16.00 WIB, dimana akan menunggu laporan tim hisab dan rukyah dari seluruh Indonesia yang bertugas dalam penetapan awal puasa 1438 H. Sidang isbat sendiri akan berlangsung secara tertutup, sehingga nanti hasilnya baru akan diberikan secara terbuka dalam press conference.

Selain melihat hasil pemantauan hisab dan rukyah, semua tokoh ulama dan pimpinan ormas keagamaan akan bermusyawarah menentukan tanggal awal bulan puasa. Bukan hanya itu saja, banyak tokoh ahli dilibatkan, agar penetapan ini bisa menjadi yang terbaik dan bisa dijadikan acuhan utama untuk masyarakat luas.

Juraidi juga menjelaskan, siapa saja yang akan datang dalam sidang isbat 1438 H nanti sore di kantor Kementrian Agama RI, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), duta besar negara sahabat yang memiliki mayoritas warga muslim, pakar falak dari masing-masing ormas keagamaan, pejabat eselon I dan II di Kementrian Agama, perwakilan tim hisab dan rukyah dari kementrian agama.

Baca juga: AA Gym “Tidak Ada Agama Manapun yang Membenarkan Teroris”

Bukan itu saja masih ada beberapa ahli dalam bidang perbintangan, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), perwakilan dari Planetarium dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Semua ahli akan memberikan pendapat sesuai kemampuan, namun hal ini harus didukung dengan cuaca, karena teknologi tidak bisa digunakan jika cuaca dalam kondisi kurang mendukung, seperti berawan, mendung atau hujan.

Juairi juga menambahkan Kementrian Agama sudah menurunkan semua pemantau hilal untuk melihat awal puasa di seluruh tanah air, sehingga sidang isbat bisa menjadi acuhan semua orang di seluruh Indonesia. Diharapkan dengan adanya sidang isbat yang dihadiri oleh semua ormas dan tenaga ahli terkait, hasilnya bisa laksanakan secara bersama.

Hal ini tentu saja membuat setiap masyarakat menjadi tenang, pasalnya sudah ada ormas agama besar, seperti Muhammadiyah yang sudah menetapkan awal puasa dari jauh hari. Diharapkan semua masyarakat untuk tenang, karena pemerintah pasti akan memberikan kejelasan tentang awal puasa secara resmi dan diikuti oleh ormas agama lainnya.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *