Press "Enter" to skip to content

Tuan Guru Bajang: Peledakan Bom adalah Kejahatan terhadap Nilai-Nilai Agama

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
 Tuan Guru Bajang
DR.TGH Zainul Majdi – Tuan Guru Bajang

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode (2008-2013 dan 2013-2018), Muhammad Zainul Majdi atau yang dijuluki Tuan Guru Bajang ikut mengecam aksi terorisme yakni peledakan bom yang telah terjadi di gereja Surabaya, pada Minggu (13/5/18).

Peristiwa yang menebar ketakutan tersebut menurutnya adalah sebuah bentuk kekejaman yang tidak mencirikan Islam sama sekali. Umat Islam yang sedang dalam persiapan menyambut bulan suci Ramadan pun tersakiti akan kejadian ini.

“Semua jiwa dimuliakan Allah SWT, lebih-lebih mereka yang tengah beada di rumah ibadah. Duka cita yang mendalam untuk para korban dan seluruh keluarga mereka,” ujar gubernur kelahiran Pancor, Selong, 13 Mei 1972 ini.

Ia tidak membenarkan bahwa Islam menyetujui cara-cara pengrusakan yang memporakporandakan persatuan bangsa seperti itu.

Seperti kita ketahui bahwa ketegangan akibat ledakan bom di beberapa gereja menyebar dengan cepat. Hal tersebut memicu kemarahan berbagai kalangan rakyat Indonesia. Sebagai neara yang mayoritas berpenduduk muslim, banyak yang merasa bahwa tindakan teroris telah mencemari agama Islam.

Banyak orang menciptakan spekulasi di balik peristiwa ini. Selain itu, kerukunan umat bergama yang beragam di Indonesia ini kembali diuji.

 

Menurut gubernur lulusan Al-Azhar Kairo dan penghapal Alquran ini, peledakan bom di gereja-gereja oleh oknum muslim merupakan sebuah bentuk kejahatan pada nilai-nilai agama, kemanusiaan, dan kebangsaan.

“Hari ini kita menyaksikan satu kejahatan terhadap nilai-nilai agama, kemanusiaan dan kebangsaan. Peledakan bom beberapa gereja yang memakan korban jiwa anak-anak bangsa. Kebiadaban seperti harus diakhiri oleh negara dan kita semua,” tulis Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia (OIAA) tersebut pada akun Twitter miliknya @tgbID.

Dr. Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi MA yang disebut-sebut sebagai calon alternatif dari Partai Demokrat tersebut telah jelas mengumumkan dirinya tidak setuju dengan serangan-serangan teroris yang mengatasnamakan Islam.

Gubernur yang lekat dengan citra islami dan perlahan berhasil mengangkat NTB dari julukan provinsi tertinggal tersebut menyiratkan bahwa rakyat Indonesia harus bersatu untuk menghentikan perbuatan teroris yang biadab sehingga mengadu-domba rakyat Indonesia melalui perbedaan agama.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *