Press "Enter" to skip to content

Dahnil Simanjuntak Menduga Pelaku Kasus Novel adalah Ternak Teroris

  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
Danhil Anzar Simanjuntak
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Danhil Anzar Simanjuntak

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, membuat spekulasi dalam cuitannya mengenai kasus Novel Baswedan yang disiram air keras oleh orang tak dikenal pada tahun lalu.

Sampai saat ini belum ada titik terang siapa pelaku penyiraman yang membutakan mata Novel tersebut. Dahnil Simanjutak menganggap ini aneh. Karenanya ia menduga bahwa pelaku penyiram ini dibeking orang-orang penting di negeri ini.

“Teroris penyerang Novel Baswedan dan penyerangan terhadap penyidik KPK lainnya masih gelap gulita. Apakah karena sulit dan canggihnya sang teroris? Bukan sama sekali, karena teroris tsb “ternak”, mudah ditemui namun sulit ditangkap,” tulisnya dalam akun Twitter @Dahnilanzar pada Selasa, 15 Mei, 2018.

Pada 11 April 2017 Penyidik KPK Novel Baswedan saat itu baru saja selesai menunaikan solat Subuh di masjid saat tiba-tiba datang dua orang tak dikenal mengendarai motor menyiramkan air keras hingga mengakibatkan kebutaan pada matanya.

Saat ini sudah lebih dari satu tahun semenjak kejadian tersebut namun belum tersingkap juga siapa dalang di balik semua ini.

“Penyerangan teroris terhadap Novel Baswedan, dan gelapnya penanganan hukumnya, salah satu bukti hukum bekerja sesuai selera dan kepentingan kelompok yang memiliki kuasa,” lanjutnya.

Dahnil Simanjuntak yang juga merupakan seorang dosen tetap di Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini merasa bahwa pengusutan kasus Novel yang buram adalah sebuah skenario yang akan terus berusaha ditutupi.

Ia sebagai sahabat Novel Baswedan merasakan keanehan-keanehan yang melingkupi kasus ini, itulah alasan mengapa kasus ini berjalan begitu alot dan terkesan tak bergerak.

Dalam cuitan berikutnya Dahnil Simanjuntak menilai bahwa pengusutan kasus Novel Baswedan ini sudah jelas ganjilnya. Menurutnya orang awam yang tak mengerti politik pun dapat merasakannya. Di balik kasus Novel ia percaya sekelompok orang pemegang kuasa tengah mengendalikannya, ia menyebutnya sebagai bandit yang memiliki ternak teroris.

Atas cuitannya tersebut, warganet ramai berkomentar. Sebagian setuju akan pendapat Dahnil, sebagian lagi menuduh Dahnil tengah membuat fitnah pada pemerintah yang memegang kuasa sekarang.

 

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *