Press "Enter" to skip to content

Nasionalisme Anak Bangsa Generasi Milenial, Meredup?

  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares
Nasionalisme Anak Bangsa
Kemana Nasionalisme Anak Bangsa Saat Ini?

Kebangkitan dan kemerdekaan Indonesia di abad 20 tidak lepas dari peran penting pemuda-pemudi nasionalis yang di dalam dadanya berkobar rasa cinta untuk negeri. Meskipun penggagas Boedi Oetomo, Dr. Wahidin Sudiro Husodo, waktu itu berusia 56 tahun, namun sebagian besar sisanya adalah anak-anak muda bergelora dengan usia di awal 20 tahun.

Saat itu pemuda-pemuda terdidik yang tergabung di organisasi Boedi Oetomo menyusun strategi supaya bangsa tidak semakin terjerembab dalam penjajahan. Mereka berpikir bahwa generasi tua masih terpengaruhi oleh Belanda sehingga sulit sekali untuk bangkit.

Generasi milenial adalah sebutan bagi kelompok manusia yang lahir dari tahun 1980 dan 1997. Dengan kata lain merekalah anak-anak muda zaman sekarang yang pada usianya dahulu telah menjadi penggerak penting kebangkitan bangsa untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Sebagai contoh, PNI (Partai Nasional Indonesia) yang merupakan partai politik paling tua di Indonesia dibentuk Sukarno saat beliau masih berusia 26 tahun. Sedangkan pidatonya yang fenomenal, “Indonesia Menggungat”, di usianya yang masih 29 tahun. Begitu juga dengan M. Hatta yang menulis “Indonesia Merdeka” pada usia 26 tahun. Belum lagi peran anak-anak muda dalam ikrar Sumpah Pemuda yang selau diperingati setiap tanggal 28 Oktober.

Bagaimana dengan generasi milenial?

Tak dipungkiri bahwa masih ada pemuda-pemuda yang menaruh peduli terhadap keadaan bangsanya saat ini. Namun jika dibandingkan dengan zaman dahulu tampaknya sangat jelas terlihat. Pemuda-pemuda zaman dahulu yang mengorbankan darahnya untuk kemerdekaan yang bisa dinikmati saat ini sangat besar jasanya. Tinggallah kita untuk menjaganya.

Baca juga: Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia, Pergerakan Menuju Merdeka

Namun rasa nasionalisme sekarang perlahan-lahan terkikis karena banyak pengaruh yang masuk dari luar sehingga sekat-sekat perbedaan antara bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya perlahan memudar. Masalah-masalah yang harus dihadapi zaman sekarang seperti globalisasi, kapitalisme dan konsumerisme adalah tantangan yang nyata.

Penanaman sistem kehidupan, ideologi, serta nilai-nilai yang sama sedang gencar dihembuskan oleh negara-negara kapitalis. Karenanya, tata pola perilaku rakyat zaman sekarang mulai berubah dan tak lagi mencirikan bangsanya.

Apatisme pemuda terhadap isu-isu nasional pun semakin jelas, di mana kepedulian terhadap bangsa sendiri hilang dengan berbagai alasan, seperti pesimis terhadap keadaan bangsa ataupun takut dicap sok peduli dan diolok-olok.

Hedonisme adalah aspek lainnya yang dipuja pemuda. Banyak yang terlihat sekarang adalah bagaimana para pemuda berlomba memperlihatkan apa yang mereka punya, alih-alih memberikan sesuatu yang berharga bagi bangsanya.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *