Press "Enter" to skip to content

PKS Resmi Laporkan Faizal Assegaf!

  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares
PKS
PKS Resmi Laporkan Faizal Assegaf

Partai Keadilan Sejahtera pada Rabu (16/5/2018) secara resmi melaporkan akun @faizalassegaf ke pihak yang berwenang dalam hal ini Polda Jawa Timur atas fitnah yang disebarkannya di media sosial terhadap PKS.

Faizal Assegaf, yang beberapa waktu lalu pernah mengaku sebagai ketua Presidium Alumni 212, memanfaatkan momentum ledakan Surabaya untuk melakukan terror dan pembullian terhadap partai yang menginisiasi Gerakan Nasional #2019GantiPresiden ini.  Teror berupa fitnah-fitnah tersebut dilakukan di akun twitter miliknya @faizalasegaf dalam beberapa bentuk rentetan tulisan.

Faizal Assegaf dalam tulisan-tulisan di akun twitternya selalu menghubungkan PKS dengan sasus ledakan Surabaya yang terjadi beberapa waktu lalu. Bahkan sebelum kejadian ledakan, ia telah menuduh PKS sumber kejahatan bertopeng agama yang mengintimidasi ibu dan anak. Hal ini terkait dengan adanya peristiwa intimidasi oleh Effendi Saman yang saat itu mengenakan kaos #2019GantiPresiden kepada korban yang bernama Susi Ferawati.

Belakangan diketahui kalau ternyata Effendi Saman bukan kader PKS dan merupakan pendukung Jokowi pada tahun 2014.

Baca juga: Polemik Soal Bentangkan Kaos #2019GantiPresiden Saat Debat Pilkada Jabar

Pada tulisan-tulisan berikutnya Faizal Assegaf bahkan melakukan ajakan bernada provokatif yaitu mengajak seluruh aktivis pencinta NKRI untuk turun kejalan dan membakar bendera PKS sebagai bentuk protes terhadap PKS.

Pesimisnya Masyarakat dan Ajang Pembuktian Netralitas Aparat
Adanya pelaporan terhadap aksi terror fitnah terhadap PKS ini merupakan sebuah langkah hukum yang patut diappresiasi. Sebagai sebuah negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum, PKS telah melakukan hal yang patut dan sesuai jalur. Meski demikian, berkaca pada pengalaman yang terdahulu, rasa pesismistis membayangi masyarakat yang butuh keadilan, khususnya kader dan simpatisan PKS.


Gelapnya Kasus Novel Baswedan, tidak jelasnya kasus pembacokan Hermansyah, kasus penistaan Sukmawati Soekarnoputri, dan banyak kasus-kasus pelaporan lain yang belum diproses, membuat rasa pesismis masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil dan seimbang menjadi wajar.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *