Press "Enter" to skip to content

Kominfo: Penghapusan Konten Radikalisme Butuh Kerjasama Masyarakat

  • 27
  •  
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares
Kominfo: Penghapusan Konten Radikalisme Butuh Kerjasama Masyarakat

Sulitnya menemukan konten radikalisme yang tersebar di dunia maya, membuat Donny B.U, Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo),  mengajak masyarakat untuk ikut serta berpatisipasi dalam memberangus berbagai konten radikalisme.

Penghapusan konten tersebut, menurut Donny memang tidak butuh waktu lama, yaitu antara 5 – 10 menit, namun keberadaan dari konten radikal itu sendiri sulit untuk dilacak, sehingga butuh kerjasama dari instansi lain utamanya kerjasama dari masyarakat.

Baca juga: Medsos Percepat Proses Radikalisasi

“Karena itu Kominfo mendorong partisipasi dan laporan dari masyarakat, karena akan sulit untuk menemukan konten-konten radikal jika hanya segelintir institusi yang terlibat,” kata Donny.

Bagi masyarakat yang secara sengaja maupun tidak menemukan konten-konten yang berbau radikal atau berkaitan dengan terorisme, Donny menghimbau agar melaporkannya melalui portal Aduankontn.id atau lewat akun twitter @aduankonten.

Selain mengharap partisipasi masyarakat, pihak Kominfo sendiri menurut Menteri Kominfo, Rudiantara, juga akan terus memperbarui spesifikasi, algoritma dan pengkodean agar dapat melacak konten-konten negatif termasuk konten yang terkait dengan radikalisme.

Menurutnya, sudah lebih dari 1.000 akun Facebook, Telegram, Instagram dan Youtube yang ditake down atau diremove karena menebarkan paham radikal serta menebar provokasi. Termasuk konten negatif yang berkaitan dengan teror bom yang terjadi di Surabaya. Akun-akun tersebut terdiri atas 450 akun Facebook, 280 akun Telegram, 300 akun Instagram, 60 – 70 aku Twitter dan 250 video di Youtube.

“Belum semuanya kita hapus. Sisanya masih dipantau dan hal ini akan kami lakukan terus menerus,” kata Rudiantara sambil menambahkan bahwa sebagian konten ada yang mengajarkan tentang cara merakit bom.

Untuk menangani konten-konten negatif, provokatif serta mengandung ajaran teroris, menurut Menkominfo, pihaknya tidak bekerja sendiri, tapi bekerjasama dengan penegak hukum. “Sehingga saat jaringan tersebut beraktifitas, bisa langsung dilacak, ditakdown atau diblokir. Jadi ini hanya masalah waktu.

Tindakan yang dilakukan Kominfo tersebut diapresiasi oleh Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari dan Perwakilan Google Indonesia, Danny Ardianto.  Danny bahkan mengakui bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan pemerintah dalam menangani konten-konten yang mengarah pada tindak kekerasan, ujaran kebencian serta terorisme.

“untuk memastikan konten-konten tersebut tidak ada di Youtube, kami bekerja selama 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu,” kata Danny Ardianto. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.