Press "Enter" to skip to content

Menguak Buku Panduan ISIS: Mutilasi Mayat Hingga Genosida

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Illustrasi
ISIS – Illustrasi

Isi buku panduan jihadis ISIS akhirnya dirilis ke publik untuk pertama kalinya setelah dianalisis selama dua tahun oleh lembaga think tank anti-terorisme, Quilliam, asal London.

Buku yang dikenal sebagai Fiqh al-Dima tersebut terdiri dari 579 halaman, ditulis oleh ideolog ISIS, Abu Abdullah al-Muhajir.

Seperti dikutip dari theguardian.com, para peneliti dari Quilliam menemukan buku tersebut pada tahun 2015 yang digunakan sebagai buku panduan dalam merekrut dan melatih anggota baru ISIS di Suriah.

Buku itu mendorong para anggotanya untuk melakukan tindakan-tindakan barbar dan biadab atas nama jihad. Di antaranya mutilasi mayat, pedagangan organ tubuh, pembunuhan terhadap anak-anak, pemancungan kepala, teror di berbagai negara, hingga pembunuhan massal yang sistematis atau genosida.

Buku panduan ini juga menuliskan bahwasannya pejihad harus bertempur sampai mati ketimbang menyerah di medan perang.

Akan tetapi, Syekh Salah al-Ansari selaku peneliti senior di Quilliam yang menerjemahkan buku panduan ini secara manual, menegaskan bahwasannya dalam Islam tidak ada persyaratan “bertempur sampai mati”.

Islam mengharuskan perang memiliki etika dan apabila memiliki tawanan perang, maka diharuskan memperlakukannya dengan cara yang manusiawi.

Kemana ISIS
Kemana ISIS saat Palestina Diserang Israel?

Ansari juga mengatakan bahwa apa yang terdapat dalam buku panduan ini bertentangan dengan Islam. Pekerjaan lembaga mereka adalah untuk menyanggah opini ISIS yang mengklaim berlandaskan Islam.

ISIS mengaku mengatasnamakan jihad akan tetapi melanggar esensi Islam, mengabaikan keilmuan Islam terhadap nilai-nilai dasar kemanusiaan yang berdasarkan belas kasih.

Bab-bab di dalam buku itu antara lain berjudul “Cara membunuh mata-mata”, “Pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap orang-orang kafir”.

“Bunuh mereka, lawan mereka dengan segala cara yang mungkin merampas jiwa mereka, mengusir roh mereka dari tubuh mereka, membersihkan bumi dari kotoran mereka dan menghilangkan momok mereka dari umat manusia, bagaimana pun caranya,” tulis Muhajir dalam buku panduan ISIS tersebut.

“Pembaca rentan dan tak mempunyai pendidikan (Islam) sebelumnya bisa dengan mudah terhasut dengan buku ini karena ditulis dengan cara memberikan kesan bahwa isinya memiliki bobot relijius. Teks ini didasarkan pada tafsir tradisional yang tidak mencerminkan kompleksitas, keragaman dan pluralitas dalam ajaran Islam,” ujar Ansari.

Sumber: https://www.theguardian.com

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.