Press "Enter" to skip to content

Mahfud MD, “Ngawur Menilai Teroris Dari Penampilannya!”

  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares
Mahfud MD
Prof. Mahfud MD

Teror bom oleh sekelompok terduga teroris yang oleh pihak Polri diidentifikasi dari kelompok JAD menjadi simpulan sementara pengungkapan dan penyelesaian kasus ini. Polisi pun memberikan keterangan di media massa ditambah pengakuan saksi mata di lapangan bahwa pelaku terduga teroris yang meledakkan bom bunuh diri salah satunya adalah seorang wanita berbaju panjang seperti wanita muslimah memakai baju gamis, serta memakai cadar.

Masyarakat terutama yang beragama Islam di Indonesia merasa ‘terpojokkan’ atau malahan ‘tertuduh’ kaitannya dengan dengan kasus teror bom ini. Terutama sebagian kalangan umat Islam yang memang sengaja berpenampilan sesuai ajaran Islam yang mereka yakini. Di mana para wanita muslimah memakai baju gamis panjang dan memakai jilbab besar hingga bercadar. Jika mereka yang berpenampilan seperti itu dituduh sebagai teroris, sudah pasti sangat diskriminasi dan bisa dikategorikan ngawur. Pasalnya, mereka yang terduga dan berperan sebagai teroris tidak ada sangkut pautnya dengan penampilannya.

Seperti yang diungkapkan oleh Mahfud MD di cuitannya pada 15 Mei 2018. Mahfud menanggapi sebuah pertanyaan di Twitter yang dilontarkan oleh aguslatarupa @aguslatarupa2, “PAK PROF @mohmahfudmd bagaimana dengan mereka yang menilai TEORIS ITU DARI PENAMPILANNYA??? Apakah itu juga TINDAKAN YG PALING KEJI???”


Mahfud pun menjawan pertanyaan tersebut di @mohmahfudmd, “Teroris itu tak ada spesifikasi tampilannya. Ada yg pakai jas, jeans, cadar, kerudung, jubah, dan lain2. Jadi tak bisa melihat tampilannya. Menuduh seseorang sbg teroris hanya krn tampilannya ya ngawur”.

Sementara itu, pihak Polri juga membantah jika memerintahkan jajarannya mewaspadai wanita bercadar terkait terorisme. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolrestro Bekasi Kombes Candra Kumara.

“Saya hanya katakan bahwa kita harus mewaspadai semua orang atau hal yang mencurigakan. Semua harus kita waspadai, bukan hanya orang bercadar saja. Artinya, jangan mendiskreditkan seseorang dari hanya penampilannya, semua harus diwaspadai” ucap Candra kepada detikcom, Rabu (16/5/2018).

Jadi, berpenampilan muslim atau muslimah, seperti bercadar, berjenggot, dan lain sebagainya adalah pilihan mereka yang diyakininya dalam beragama Islam. Jangan dipukul rata bahwa mereka adalah teroris atau berpaham terorisme, hanya karena salah satu terduga aksi teror bom berpenampilan seperti itu. Paling penting adalah mewaspadai lingkungan sekitar kita masing-masing, serta melindungi keluarga dari paham terorisme.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *