Press "Enter" to skip to content

Sheikh Amir Sabah, “Kuwait Akan Dorong PBB Keluarkan Resolusi!”

  • 15
  •  
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares
Amir Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah
Yang Mulia Amir Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah Pada KTT OKI Istanbul, 18/5/2018

Kuwait akan melanjutkan upaya diplomatik sampai Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi untuk melindungi rakyat Palestina, Yang Mulia Sheikh Amir Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah berjanji pada Jumat, di Istanbul saat diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam 18 Mai 2018 lalu.

“Pada waktu anggota Dewan Keamanan PBB berduka atas para korban gugur yang mengekspresikan perasaan mereka atas pendudukan dan kesengsaraan, PBB hanya diam saja dan tidak mampu menawarkan bantuan kepada warga sipil yang tidak bersenjata, baik dalam sebuah pernyataan atau resolusi kecaman,”

Meskipun Yang Mulia Sheikh Amir Sabah menyuarakan kekecewaan terhadap kegagalan PBB untuk mengeluarkan resolusi yang efektif bagi perjuangan Palestina, dia bersumpah bahwa Kuwait akan mendesak keluarnya resolusi yang menetapkan perlindungan internasional untuk rakyat Palestina dalam menghadapi praktik Israel yang represif.

“Negara saya juga akan melanjutkan tawaran untuk mendukung saudara-saudara Palestina karena memperoleh hak mereka yang sah untuk mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya sebagaimana disebutkan dalam resolusi legitimasi internasional dan prakarsa perdamaian Arab dan prinsip kedua negara,” lanjut Yang Mulia Sheikh Amir Sabah menekankan.

Pelanggaran Kemanusiaan Israel
Yang Mulia Sheikh Amir Sabah mencatat Kuwait, melalui keanggotaan tidak tetapnya di Dewan Keamanan PBB, berusaha mengeluarkan pernyataan yang mengutuk pelanggaran Israel, menyerukan untuk membawa para pelaku ke dalam sebuah pemeriksaan, namun dengan penuh penyesalan PBB gagal untuk mengeluarkan resolusi seperti itu.

Saat ini, konsultasi sedang dilakukan di antara negara-negara anggota mengenai sebuah rancangan resolusi yang mengenai situasi di wilayah Palestina yang diduduki. Terpenting adalah yang mengatur perlindungan internasional untuk rakyat Palestina”

Yang Mulia Sheikh Amir Sabah mengungkapkan kesedihan mendalam pada peristiwa tragis di banyak negara yaitu wilayah yang terjajah dan dilanda perang, Suriah, Yaman dan Myanmar. “Kami telah menyaksikan di wilayah-wilayah ini pelanggaran hak asasi manusia, kesulitan kemanusiaan yang berat, sementara resolusi di Dewan Keamanan PBB tidak pernah mencapai tahap implementasi.

“Frustrasi dan putus asa telah diperparah karena situasi ini, sehingga kami terpaksa mengubah mekanisme tindakan kami di berbagai tingkatan untuk menyelesaikan krisis nilai dan prinsip yang terjadi.”

“Keputusan untuk mentransfer kedutaan Amerika ke Yerusalem secara sepihak dan dampak berikutnya merupakan sebuah pelanggaran yang jelas dan bukti nyata dari krisis moral nyata yang kita alami.”

“Kami berada pada kesedihan yang mendalam atas pendudukan tentara Israel dan penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap saudara-saudara kami yang tidak bersalah, rakyat Palestina, di antaranya telah tewas dan ribuan orang tewas dan yang telah terluka.

Yerusalem, Identitas  Dan Nasib Rakyat Palestina
“Peristiwa ini bertepatan dengan peresmian kedutaan AS di kota suci Yerusalem. Keputusan sepihak ini bertujuan untuk mengubah identitas Palestina Yerusalem, status historis, Yahudisasi kota suci, mengubah status demografinya, identitas agama dan sejarahnya sebagai kota bagi semua agama samawi.”

“Oleh karena itu, tidak dapat dianeksasi dengan keputusan sepihak dan statusnya harus tunduk pada negosiasi di antara pihak-pihak yang berkepentingan. Selain itu, keputusan ini merupakan pelanggaran mendasar terhadap resolusi Dewan Keamanan dan membahayakan proses perdamaian di Timur Tengah. ”

Israel Selalu Lolos Dari Resolusi PBB
“Kami meminta seluruh dunia, mengapa nasib rakyat Palestina terus berlanjut? Mengapa kita mengabaikan dan tidak menerapkan resolusi Dewan Keamanan? Mengapa komunitas internasional tidak mampu menyelesaikan masalah ini? Mengapa korban terus digambarkan sebagai pembunuh menurut norma-norma Israel? Mengapa Israel selalu lolos dari hukuman? Mengapa semua jiwa ini terbuang sia-sia di tengah tidak adanya hati nurani dunia? “Kami juga mengatakan kepada dunia bahwa kami mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini karena kami sadar akan konsekuensi mengerikan yang pada akhirnya akan mengarah pada penciptaan zona ketegangan, lingkungan inkubasi untuk kekerasan, ancaman dan ketidakstabilan.”

Yang Mulia Sheikh Amir Sabah tiba di Istanbul, Jumat pagi, memimpin delegasi Kuwait di KTT OKI Luar Biasa yang dipimpin lansgung oleh Presiden Turki Erdogan. Ia disambut oleh Wakil Gubernur Istanbul Mehmet Ali Ulutas, Duta Besar Kuwait untuk Turki Ghassan Al-Zawawi, Kuwaiti Consul di Istanbul Mohammad Al-Mohammad dan staf kedutaan.

Sumber: Kuwait Times

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *