Press "Enter" to skip to content

Survey Indo Barometer: Presiden Paling Berhasil adalah Soeharto

  • 47
  •  
  •  
  •  
  •  
    47
    Shares
Soeharto

Di tengah suasana memperingati 20 Tahun Reformasi yang merupakan titik balik dari kepemimpinan Bapak Orde Baru, Presiden kedua RI, Soeharto justru menempati urutan pertama sebagai Presiden RI yang dinilai paling berhasil dalam memimpin negeri ini. Penilaian tersebut didasarkan pada hasil survey yang dilakukan oleh Indo Barometer sejak tanggal 15 – 22 April 2018.

Survey yang dilakukan terhadap 1.200 responden tersebut menurut Mohammad Qodari,  Direktur Eksekutif Indo Barometer, dilakukan dengan tekhnik wawancara tatap muka dengan responden serta mngajukan kuisioner.

“Hasilnya, sebanyak 32,9 persen responden memilih Soeharto, 21,3 persen memilih Soekarno, 17,8 persen memilih Joko Widodo, 11,6 persen Susilo Bambang Yudhoyono, 3,5 persen B.J. Habibie, 1,7 persen Abdul Rahman Wachid dan 0,6 persen Megawati Soekarnoputri,” kata Qodari.

Survey yang dilakukan Indo Barometer tersebut tambah Qudari, merupakan yang kedua kalinya, karena survey yang sama pernah dilakukan pada tahun 2011. Pada survey yang pertama Soeharto juga menempati posisi teratas dengan pemilih sebanyak 40,5 persen, artinya pada survey kedua yang diumumkan pada 20/5/2018 prosentase responden yang memilih Soeharto turun sebanyak 7,6 persen.

Hasil dari survey tersebut untuk posisi lima besar dinilai memiliki keakuratan yang tinggi karena margin of errornya sebesar 2,83 persen. Karena itu muncul sejumlah asumsi bahwa masyarakat sekarang rindu akan kondisi pada masa Orde Baru, terlepas dari beberapa sisi negatif selama masa kpemimpinan Soeharto.

Penilaian masyarakat yang menganggap Soeharto merupakan presiden yang paling berhasil dalam memimpin Indonesia, menurut mantan tahanan politik Orde Baru, Budiman Sudjatmiko, merupakan hal yang wajar karena Soeharto paling lama menjabat sebagai presiden yaitu selama 32 tahun.

“Dengan masa kepemimpinan yang paling lama tersebut menjadi hal yang wajar jika beliau dapat membangun lebih banyak jembatan, bendungan dan sebagainya karena memiliki modal waktu yang panjang. Beliau juga memiliki waktu yang panjang untuk menyelesaikan masalah,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Alasan kedua menurut Budiman karena Soeharto pada saat itu mengendalikan semua unsur negara termasuk legislatif dan yudikatif karena kekuasaannya yang besar. Sedang alasan ketiga karena pada Orde Baru belum ada otonomi daerah, sehingga segala sesuatu termasuk jalannya roda pembangunan menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Karena itulah menurut Budiman tidak sepadan jika membandingkan keberhasilan Soeharto dengan kberhasilan presiden pasca reformasi. “Ibarat membandingkan durian dengan buah jeruk,” kata Budiman.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Indo Barometer tersebut, politisi PDI Perjuangan ini justru menilai, Joko Widodolah presiden yang paling berhasil dalam memimpin Indonesia. Alasannya sederhana, yaitu karena periode kepemimpinan Joko Widodo yang menempati posisi ketiga baru berjalan 4 tahun, sementara Soeharto yang berada di posisi pertama menjadi presiden RI selama 32 tahun sedang Soekarno yang ada di posisi kedua menjadi presiden slama 2 tahun.

Banyaknya responden yang memilih Joko Widodo dibandingkan presiden yang lain pasca reformasi menurut Budiman, karena Jokowi dapat mematahkan opini publik tentang  pembangunan yang masif.

“Dulu, anggapan yang berkembang adalah pembangunan baru bisa berhasil jika pemerintahannya sentralistik atau otoriter. Nah, Pak Jokowi dapat membuktikan bahwa pembangunan dapat tetap berjalan di era pemerintahan yang demokratis,” ujar Budiman Sudjatmiko. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *