Press "Enter" to skip to content

Anggaran Naik 68%, THR dan Gaji ke-13 PNS Bakal Meningkat

  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares
Anggaran Naik 68%, THR dan Gaji ke-13 PNS Bakal Meningkat

Lebaran tahun ini akan menjadi lebaran yang istimewa bagi para PNS, prajurit TNI dan anggota Polri, karena Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 yang akan mereka terima dipastikan lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Lebaran istimewa juga bakal dirasakan oleh para pensiunan, karena untuk pertama kalinya mereka menerima THR dan gaji ke-13.

Kepastian akan naiknya THR dan gaji ke-13 serta pemberian THR kepada para pensiunan tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 23/5/2018. “Hari ini saya telah menandatangani peraturan pemerintah yang menetapkan pemberian THR dan Gaji ke-13 bagi para pensiunan, penerima tunjangan, seluruh PNS, anggota TNI dan Polri.”

Melalui pemberian THR dan Gaji ke-13 tersebut, Presiden berharap dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi pensiunan, PNS, prajurit TNI dan anggota Polri dalam menyambut Hari Raya Idul Fittri serta ada peningkatan kinerja ASN dan kualitas layanan publik.

Meningkatnya THR dan Gaji ke-13 yang bakal diterima PNS, TNI dan Polri sekitar 2 minggu sebelum lebaran, disebabkan karena adanya usulan beberapa komponen tambahan pada THR oleh Menteri PAN-RB kepada Menteri Keuangan selaku bendahara negara. Poin-poin usulan itulah yang kemudian tertuang dalam Peraturan Pemerintah yang ditandatangani presiden.

“Jika dulu THR yang diterima PNS hanya sebesar gaji pokok, maka untuk tahun ini akan dimasukkan pula tunjangan untuk keluarga dan tunjangan kinerja,” terang Menteri PAN-RB, Asman Abnur.

Tunjangan keluarga yang dimaksud sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 berupa tunjangan istri dan anak.

“Untuk pembayarannya masih seperti tahun lalu, yaitu pada H-14 lebaran agar dapat dimanfaatkan untuk berbelanja dalam menyambut hari raya,” kata Asman.

Meningkatnya jumlah THR dan Gaji ke-13 tersebut menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani, membuat pemerintah harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp.35,76 trilliun atau meningkat sebesar 68,9% dibanding tahun lalu.

“Peningkatan tersebut terjadi karena tahun lalu pnsiunan tidak mendapatkan THR sedang untuk tahun ini mereka memperoleh. Selain itu masih ditambah lagi dengan adanya tunjangan kinerja,” papar Sri Mulyani.

Untuk besaran anggaran THR dan Gaji ke-13 yang dikeluarkan, menurut Menteri Keuangan sesuai dengan UU Nomor 15/2017 tentang APBN Tahun 2018 yang dianggarkan untuk rencana pembayaran gaji pensiunan, tunjangan ke-13 dan THR tahun 2018.

Adapun rinciannya: untuk gaji pokok yang dialokasikan ke THR sebesar Rp.5,24 trilliun, Tunjangan THR Rp.5,79 trilliun dan THR untuk pensiunan Rp.6,85 trilliun. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *