Press "Enter" to skip to content

Fenomena 5 Tahunan, “Membidik PKS Menjelang Pemilu”

  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares
Benarkah PKS Dukung Aksi Terorisme?

Desakan agar pemerintah membubarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). dalam beberapa hari terakhir ramai terdengar. Fenomena yang terjadi pada tahun politik ini mengingatkan akan peristiwa yang sama sekitar tahun 2013.

Bedanya, kala itu PKS dituduh membahayakan NKRI dan disamakan dengan PKI, sedang tuduhan yang dijatuhkan saat ini adalah memberikan dukungan terhadap aksi terorisme.

Pertanyaannya, benarkah tuduhan dari sejumlah pihak yang mengatakan kalau PKS mendukung aksi terorisme dan radikalisme? Atau ada konspirasi politik dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan penguasa untuk menyingkirkan PKS dari kontestasi Pemilu karena memproklamirkan wacana #2019GantiPresiden ?

Kembali ke kurun waktu lima tahun yang lalu, sejumlah pihak pada waktu itu mendesak kepada pemerintah agar membubarkan PKS karena dianggap kepanjangan tangan dari kelompok Ikhwanul Muslimin yang memperjuangkan khilafah Islamiyah sehingga dapat membahayakan NKRI.

PKS dan HTI dianggap mengusung paham yang sama, hanya saja jika HTI menyampaikan secara terang-terangan dalam memperjuangkan khilafah Islamiyah, sementara PKS Ā cenderung memanipulasi gerakan dengan melebur menjadi partai politik agar dapat memperoleh suara dan dukungan.

Dalam sebuah artikel yang ditulis Budi Pasopati dan diunggah di media sosial pada 29 Juli 2014, gerakan PKS bahkan disamakan dengan gerakan yang dilakukan oleh PKI dalam menyebarkan paham khilafah Islamiyah

Gepostet von Hudoyo Hupudio am Dienstag, 29. Juli 2014

Lima tahun kemudian dengan momentum yang tidak jauh berbeda, yaitu jelang pelaksanaan Pemilu dan Pilpres, tuntutan pembubaran PKS kembali berkumandang. Sejumlah tokoh menulis cuitannya tentang kecurigaan mereka terhadap PKS yang dianggap mendukung gerakan terorism dan radikalisme, menyusul sejumlah teror yang dilakukan oleh kelompok teroris di Indonesia.

Kecurigaan tersebut selanjutnya diikuti dengan tuntutan agar pemerintah membubarkan PKS. Berikut beberapa cuitan di twitter yang menuduh PKS mendukung aksi terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Tidak hanya di sosial media, gerakan ā€œBubarkan PKSā€ juga merambah ke kehidupan nyata dengan terjadinya aksi demo di beberapa daerah yang dilakukan oleh kelompok massa.

Di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, sekelompok massa menyampaikan protes pada 14/5/2018 dan menuntut agar Presiden PKS, Sohibul Iman mempertanggungjawabkan pernyataannya yang menganggap bahwa rangkaian bom di Surabaya merupakan rekayasa yang bertujuan untuk mengadu domba.

Protes yang sama juga terjadi di depan kantor DPW PKS Jawa Tengah pada 18/5/2018, oleh puluhan massa yang mengatasnamakan Forum Komunitas Jateng yang menganggap pernyataan Sohibul Iman berpotensi memecah belah kesatuan dan persatuan di Indonesia.

Tuntutan dari sejumlah pihak agar PKS dibubarkan semuanya bermuara dari kecurigaan atas parpol ini yang dianggap mendukung aksi terorisme dan radikalisme. Tapi benarkah sikap PKS sebagaimana yang mereka sangka?

Bagi mereka yang pro terhadap PKS, tuntutan pembubaran PKS dan tuduhan bahwa partai ini mendukung aksi terorisme dan radikalisme hanya bagian dari konspirasi politik yang bermaksud untuk menenggelamkan PKS. Karena sebagaimana diketahui bersama, partai inilah yang menjadi pelopor gerakan #2019GantiPresiden.

Tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi pada tahun 2013 ā€“ 2014, saat itu tuntutan agar PKS dibubarkan juga santer terdengar pasca dukungan yang diberikan oleh partai ini kepada Prabowo Subianto sebagai Capres.

Namun demikian, meski tuntutan ā€œBubarkan PKSā€ semakin ramai terdengar dan tuduhan bahwa partai ini mendukung aksi terorisme dan radikalisme semakin mencoreng nama partai, namun hingga kini masih belum ada pernyataan atau pembelaan resmi dari DPP PKS, kecuali pendapat pribadi Ā dari para elite partai. (AGK)

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *