Press "Enter" to skip to content

Ketika Wesal Sheikh Khalid Rebah Diterjang Peluru Tentara Israel

  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
Wesal Sheikh Khalid Rebah Diterjang Peluru Israel

Oleh. BANG ERJE

Ia sendiri tampil di tengah rekannya sesama pengungsi di Jalur Gaza. Ia marah dan sedang bersiap-siap melemparkan batu ke arah tentara Israel bersenjata lengkap. Ia adalah perempuan sangat muda, berusia 14 tahun. Namanya Wesal Sheikh Khalid. Tiba-tiba “dor,” bunyi letusan senjata pasukan. Israel. Ia rebah berlumuran darah dan tewas.

Semua berteriak, tubuhnya berlumuran darah itu digotong ramai-ramai. Itulah pemandangan di antara pemandangan berdarah lainnya, tercatat sejak enam minggu unjuk rasa warga Palestina di Jalur Gaza, sekitar 60 warga Palestina tewas dan 1300 lainnya luka-luka.

Inilah pemandangan menyedihkan yang selama ini terus terjadi, sudah tiga generasi mereka jadi pengungsi di Jalur Gaza, yang berbatasan langsung dengan Israel, tetapi sejak 1948, sejak mereka terusir dari tanah airnya sendiri 70 tahun yang lalu, hingga hari ini belum juga merdeka.

Bahkan yang terjadi, Jerusalem kini dinyatakan oleh Amerika Serikat (AS) sebagai ibu kota Israel. Memang inilah hasil dari kemenangan pihak-pihak dalam Perang Dunia II, yaitu AS dan sekutunya. Di pihak lain, Uni Soviet dan sekutunya. Harapan agar Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina semakin jauh dari harapan, tetapi dunia masih tetap menentang sikap AS dan Israel tersebut.

Ketika berlangsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Istanbul Congress Center (ICC), Turki, hari Jumat, 18 Mei 2018 lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras tindakan brutal pasukan Israel yang membalas serangan warga Palestina dengan batu, dengan peluru tajam. Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla pun hadir dalam KTT Luar Biasa OKI itu.

Jusuf Kalla bahkan sempat mengutip pernyataan Presiden RI I Soekarno di tahun 1962. “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum tercapai, selama itu pula Indonesia akan berdiri di sisi Palestina.”

Ada 10 pernyataan sikap Indonesia tentang Palestina, di antaranya meminta OKI harus menuntut PBB, baik Dewan Keamanan PBB maupun Sidang Umum PBB untuk mengambil langkah tegas menyikapi perkembangan ini. Menurut saya dalam situasi seperti ini diperlukan kemauan baik dari PBB. Kita masih ingat protes Bung Karno ketika berpidato di PBB, agar lembaga ini bisa bertindak dengan adil. Bahkan agar adil Markas Besarnya dipindahkan saja dari AS.

Hal penting lainnya lagi adalah pendapat Indonesia yang disampaikan Jusuf Kalla adalah dibentuk investigasi independen atas pembunuhan warga sipil Palestina. Lebih penting, usul Indonesia, agar prinsip dua negara dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, prinsip yang tidak bisa ditawar.

Prinsip yang tidak bisa ditawar yang dikemukakan Indonesia mengulang pernyataan Menlu RI Retno Marsudi, bahwa Palestina adalah jantung dan hati bangsa Indonesia. Dukungan terhadap kemerdekaan bangsa Palestina adalah sesuai dengan bunyi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, di mana dengan tegas dinyataakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di muka bumi harus dihapuskan. Termasuk penjahahan bangsa Israel di wilayah Palestina.

Salam eRJe

Sumber:Dasman dj

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *