Press "Enter" to skip to content

Pangeran Khaled Serukan Kudeta untuk Turunkan Raja Salman

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pangeran Khaled bin Farhan yang mendapat suaka politik di Jerman meminta paman-pamannya yakni Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan Pangeran Murqin bin Abdulaziz untuk menggulingkan Raja Salman dan mengambil alih negara.

Menurutnya kerusakan yang terjadi pada keluarga kerajaan Saudi dan aturan Raja Salman yang dinilainya ‘tidak rasional, tidak, menentu dan bodoh’ telah mencapai ambang batas.

Dalam wawancaranya dengan Middle East Eye, Pangeran Khaled berkata bahwa Ahmed dan Murqin harus bersatu, maka 99% anggota keluarga kerajaan, dinas keamanan dan tentara akan berdiri di belakang mereka.

“Ada begitu banyak kemarahan dalam keluarga kerajaan,” ujar Pangeran Khaled, “Saya tahu informasi ini dan memohon kepada paman saya, Ahmed dan Muqrin, yang adalah putra-putra Abdulaziz dan berpendidikan tinggi, fasih dan mampu mengubah hal-hal untuk lebih baik.”

Ahmed bin Abdulaziz yang merupakan mantan menteri dalam negeri masih memiliki banyak dukungan. Muqrin bin Abdulaziz sebelumnya adalah putra mahkota yang ditujuk saudara laki-lakinya, Raja Salman, namun kemudian diganti oleh Muhammad bin nayef pada 2015, dan diganti lagi oleh Muhammad bin Salman atau dikenal juga dengan MBS pada Juni 2017.

Sementara itu MBS belum terlihat lagi oleh mata publik semenjak insiden penembakan di istana pada April. Insiden tersebut masih misteri, sedangkan kerajaan merilis konfirmasi bahwa penjaga keamanan telah menembak jatuh ‘sebuah drone mainan’.

Pangeran Khaled menganggap drone hanyalah akal-akalan. Menurutnya itu adalah upaya kudeta yang dilancarkan keluarga kerajaan terhadap Raja Salman.

Ia menyebut jika MBS tetap berkuasa maka akan muncul pergolakan. Situasi di Arab Saudi serupa gunung berapi yang siap meletus dan akan berdampak pada banyak hal.

Tahun lalu MBS menangkap ratusan pangeran dan pengusaha Saudi dalam rangka yang disebut ‘kampanye anti-korupsi’. Total sitaan sebanyak 100 miliar USD. Ia juga dikenal sebagai dalang operasi militer pimpinan Saudi di Yaman yang bertanggung jawab akan tewasnya banyak orang dan puluhan ribu orang yang kehilangan tempat tinggal.

“Seluruh keluarga syok karena tokoh-tokoh terkemuka di keluarga ditahan, dengan cara yang hina. Keluarga sedang menghadapi kekejaman yang terpampang di mata orang-orang. Dan ini pasti akan merusak legitimasinya,” ujar Pangeran Khaled.

Menurutnya kampanye anti-korupsi memiliki motif politik untuk menghilangkan pesaing yang yang lebih senior, berpengalaman, dan sah.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.