Press "Enter" to skip to content

Muslim Uyghur Terancam Kehilangan Identitas!

  • 78
  •  
  •  
  •  
  •  
    78
    Shares
Uyghur
Bangsa Uyghur dalam tekanan rejim China

Sejak Chen Quanguo ditunjuk sebagai sekretaris Partai Komunis di Xinjiang, ada lebih dari sejuta warga Uyghur yang dikirimkan ke dalam kamp-kamp konsentrasi yang dilabeli sebagai kamp ‘pendidikan ulang’.

Uyghur adalah orang Turki, menjadi tuan di tanahnya sendiri yang disebut Turkistan Timur selama ribuan tahun. Namun saat ini Uyghur menjadi etnis minoritas di Cina sejak negara tersebut mengumumkan berdirinya Wilayah Otonomi Uyghur Xinjiang pada 1 Oktober 1955. Xinjiang baru ini menyumbang sekitar 1/6 dari total lahan daratan Cina.

Nyaris selama enam dekade, Cina telah mengusahakan kebijakan asimilasi dan mengubah kawasan demograsi wilayah tersebut. Di tahun 1950, etnis Han hanya sebanyak 5% dari penduduk Xinjiang, akan tetapi pada tahun 2009 telah mesat jadi 40%.

Uyghur telah mengalami diskriminasi dan pembatasan yang amat keras sehingga tidak bisa melakukan kegiatan dengan leluasa, terutama pada kegiatan keagamaan dan budaya mereka.

Sejak tahun 2017 pemerintah melarang etnis Uyghur untuk memakai bahasa mereka sendiri. Kegiatan keagamaan dilarang keras. Pemerintah telah menghancurkan  ribuan masjid, dan menyita buku-buku agama termasuk al-Quran.

Dengan adanya tragedi 11/9 tahun 2001, Cina kemudian memainkan kartunya dengan semakin mengeraskan tindakan mereka ke muslim Uyghur. Tudingan terorisme semakin menjadi sejak saat itu. Cina menganggap ketidakpatuhan muslim Uyghur sebagai bagian dari terorisme, separatisme, dan ektremisme agama.

Baca juga: Orang Tua dan Murid Muslim Uyghur Dipaksa Tandatangani Perjanjian Tak Puasa Ramadan

Sejak saat itu puluhan ribu warga Uyghur telah dijatuhi hukuman mati atau penjara seumr hidup.

Wilayah Uyghhur telah menjadi batu loncatan Cina untuk melancarkan ekspansi global karena berbatasan langsung dengan delapan negara yang mempunyai sumber daya energi besar. Dominasi negara ini di Asia Afrika dan Eopa semakin dikukuhkan melalui perdagangan dan investasi infrastruktur yang melewati Xinjiang.

Karenanya, etnis Uyghur dianggap harus dikontrol dan dibuat diam supaya tidak menggagalkan rencana tersebut. Penggunaan kamp konsentrasi lantas menjadi alat hukuman yang harus ditempuh warga Uyghur. Sedangkan keberadaan kamp konsentrasi telah dikutuk oleh komunitas dunia mengingat tragedi kemanusiaan oleh Nazi yang harus dicegah supaya tidak terjadi lagi.

Sebagaimana dikutip The Diplomat, organisasi Kongres Uyghur Dunia mendesak untuk menghentikan kegilaan ini dan menyelamatkan warga Uyghur tak bersalah dari isolasi mereka di bawah penyiksaan fisik, psikologis, dan spiritual.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *