Press "Enter" to skip to content

Ucapan Terima Kasih Jokowi ke SBY, Tulus atau Sindiran?

  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares
Jokowi dan SBY

Menandai selesainya pembangunan Bandara Kertajati, Majalengka, Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih kepada mantan Presiden SBY melalui beberapa media sosial, salah satu diantaranya melalui Instagram.

Ucapan terima kasih Jokowi kepada pendahulunya itu menuai beragam tanggapan karena ada satu kalimat yang dirasa cukup mengganjal. Kalimat tersebut berbunyi “Saya ucapkan terima kasih pada Pak Susilo Bambang Yudhoyono, Pak Ahmad Heryawan dan jajarannya yang sudah mencanangkan sejak lebih dari satu dekade lalu”.

Dengan ditambahkannya kalimat yang menyebutkan kalau pencanangan pembangunan Bandara Kertajati sudah dilakukan selama lebih dari satu dekade, membuat banyak pihak  menilai bahwa ucapan terima kasih Jokowi kepada SBY tersebut tidak disampaikan dengan tulus, melainkan satire untuk menyindir SBY yantg tidak dapat merampungkan pembangunan bandara selama lebih dari satu dekade. Benarkah ucapan terima kasih tersebut tujuannya untuk menyindir?

“Saya tidak melihat ada niatan satire di situ. Ini bukan kesalahan Presiden, tapi beliau mendapat suplai data yang tidak akurat,” kata Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Ketidakakuratan data menurut Ferdinand, karena pada tahun 2003 proyek Bandara Kertajati baru proses persiapan awal sehingga tidak dapat dibilang sebagai awal dimulainya proyek, karena masih baru dalam tahap pencarian lokasi dilanjutkan study kelayakan dan belum pencanangan.

Proyek memasuki tahap pencanangan, tambah Ferdinand, setelah resmi masuk program pemerintah pada tahun 2011 atau setelah keluarnya surat-surat persetujuan dari pemerintah pusat, termasuk izin prinsip dan dasar hukumnya.

Pendapat yang sama juga dilontarkan Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto. Dia menilai bahwa pembangunan Bandara Kertapati adalah bagian dari cetak biru MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Karena merupakan pembangunan infrastruktur yang besar maka tidak dapat diselesaikan dalam waktu sekejap.

“Jadi hal yang benar adalah, Jokowi menghaturkan terima kasih kepada SBY dan Heriyawan karena Presiden dan Gubernur yang menjabat pada waktu itu menjadi bagian dalam merumuskan dan mengeksekusi MP3EI secara bersama,” kata Didik.

Bagi pemerhati komunikasi digital, Dr. Firman Kurniawan, ucapan terima kasih Jokowi kepada SBY dalam pandangan ilmu komunikasi terkait dengan sistem simbol.

“Saat seseorang berbahasa, berarti dia melemparkan seperangkat simbol dengan sistem tertentu. Sistem simbol tersebut selanjutnya diterima oleh sekelompok masyarakat yang juga mempunyai sistem sosial tersendiri. Sehingga sistem simbol Presiden yang dilontarkan lewat medsos juga akan dimaknai sebanyak sistem sosial yang ada di masyarakat,” terang Firman.

Dosen Program Studi Pascasarjana Komunikasi Universitas Indonesia ini menambahkan, ada tiga kelompok besar dalam sistem sosial masyarakat terkait pelaksanaan Pilpres 2019, yaitu para pendukung Jokowi, kelompok oposisi dan mereka yang masih menunggu para kontestan Pilpres 2019.

Bagi pendukung Jokowi, ucapan terima kasih presiden tersebut dimaknai sebagai pernyataan yang tulus atau di maknai sebagai upaya untuk memperluas dukungan dengan cara yang positif.

Bagi kelompok oposan, makna ucapan terima kasih presiden dipandang sebagai satire atau sindiran bahkan bisa melebar sebagai bentuk kritik terhadap pemerintahan sebelumnya terkait infrastruktur dan utang luar negeri. Sedang untuk kelompok ketiga, akan menikmatinya sebagai bagian dari kontestasi dan nantinya akan memberikan makna yang dominan.

Karena itulah, menurut Firman, ucapan terima kasih Jokowi kepada SBY bisa dimaknai secara bebas, apakah tulus atau sindiran, tergantung dari pihak penafsir pesan. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *