Press "Enter" to skip to content

Etnis Tionghoa Dukung #2019GantiPresiden?

  • 191
  •  
  •  
  •  
  •  
    191
    Shares
Etnis Tionghoa Dukung #2019GantiPresiden?

Dukung mendukung dan saling mengklaim massa menjadi fenomena yang lumrah jelang Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019, salah satu diantaranya adalah para aktivis dari etnis Tionghoa yang ikut menyuarakan aspirasi dan menunjukkan sikap mereka dalam menyambut pesta demokrasi tersebut.

Diawali dari beberapa tokoh etnis Tionghoa seperti Agnes Marcellina Tjin, Yap Hong Gie, Ali Soetrisno, Zeng Wei Jian dan beberapa tokoh lain yang tergabung dalam Forum Aspirasi Rakyat, mereka menyatakan dukungannya terhadap gerakan #2019GantiPresiden.

Keinginan agar Jokowi lengser dari jabatannya, kata Lieus Sungkharisma, Koordinator Forum Aspirasi Rakyat, karena menganggap Pancasila dan Kebhinekaan mulai terancam serta bangsa Indonesia mulai terkotak-kotak semenjak dibawah kepemimpinan Jokowi.

“Pak Jokowi cukup sudah. Sejak kepemimpinan beliau, masyarakat kita jadi terpecah,” kata Lieus pada konferensi pers yang digelar di Restauran Kopi Oey, Gajah Mada, Jakarta Barat.

Lieus sebenarnya mengakui keberhasilan dari pemerintahan Jokowi, karena kalau dirinya disuruh memberikan penilaian dengan memilih angka dari 1 – 10, maka dirinya akan memberikan nilai 8.

“Tapi kalau disuruh maju sekali lagi, jangan. Kami kasihan sama Jokowi, udah berat bebannya. Makanya kita pakai tema #2014 Aku yang Memulai 2019 Aku mengakhiri. Lebih banyak manfaat kalau beliau berhenti ketimbang terus memimpin Indonesia,” papar Koordinator Aspirasi Rakyat ini.

Benarkah pernyataan sikap dari Forum Aspirasi Rakyat mewakili seluruh etnis Tionghoa di Indonesia?

Ali Sutra yang menjadi Koordinator dari Forum Tionghoa Nusantara (Fortin) mngatakan bahwa apa yang disampaikan Forum Aspirasi Rakyat merupakan klaim sepihak, karena tidak semua etnis Tionghoa di Indonesia mendukung gerakan #2019GantiPresiden.

“Kita hanya ingin mengklarifikasi bahwa apa yang disampaikan Forum Aspirasi Rakyat itu tidak benar. Menyangkut pendapat politik dari masyarakat Tionghoa yang ada di Indonesia, biarkan menjadi hak pribadi masing-masing,” kata Ali Sutra.

Fortin yang menjadi salah satu wadah bagi etnis Tionghoa, tambah Ali Sutra, mempunyai preferensi atau sikap politik yang berbeda. Hal tersebut sudah menunjukkan bahwa klaim sepihak yang dilakukan Forum Aspirasi Rakyat tidak benar.

Artinya, tidak benar kalau seluruh etnis Tionghoa mendukung gerakan #2019GantiPresiden, karena masih banyak etnis Tionghoa yang memiliki sikap netral, bahkan masih banyak yang memberikan dukungan kepada pemerintahan yang saat ini berkuasa. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *